TI Rajuk di Sungai Teluk Bayur Beraktifitas Malam Hari, Satpol PP Diminta Gelar Razia

PANGKALPINANG, JAPOS.CO – Di tengah bencana penyebaran Covid-19 dimana warga dihimbau untuk tetap di rumah namun sayangnya di Kota Pangkalpinang ada warganya yang justru memanfaatkan situasi tersebut dengan melakukan aktifitas TI (Tambang Inkovensional) Ilegal jenis rajuk yang berjarak sekitar 5 meter dari badan jalan Teluk Bayur serta Tanggul alur sungai Teluk Bayur RT 09 RW 03 Kelurahan Pasir putih Kecamatan Bukit Intan demi mengumpulkan pundi-pundi kekayaan.

Meskipun kota Pangkalpinang tidak ada zona wilayah penambangan namun penambangan pasir timah marak beroperasi baik secara terang terangan maupun sembunyi sembunyi diduga pelaku penambangan ini berani beroperasi dikarenakan ada oknum yang membekingi.

Seperti halnya, ponton rajuk yg beroperasi di malam hari beberapa meter dari pos jaga komplek Teluk Bayur jika siang hari sembunyi di dalam rimbunan nipah. Namun jika dimalam hari ponton TI rajuk ini kembali beraktifitas. Ironisnya aktifitas ini mengancam kerusakan jalan Teluk Bayur menuju Kelurahan Ampui yang sudah berlangsung sekitar satu bulan.

Menurut John (nama samaran) salah satu warga setempat menyebutkan jika terus dibiarkan, aktifitas Ponton TI rajuk ini lama kelamaan akan mengancam DAM dan tanggul akibatnya jalan yang dibuat PUPR terputus.

“Pembangunan jalan yang menggunakan uang negara ini tentunya akan ambruk jika dibiarkan. Begitu juga dengan ponton rajuk yang beroperasi di alur sungai Teluk Bayur berseberangan dengan menghajar DAM dan tanggul untuk akses jalan baru yang dibuat oleh Dinas PUPR terancam runtuh karena pelaku mengambil pasir timah dibawah tanah tanggul tersebut,” ungkapnya, Kamis malam (14/5).

Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Santo yang dihubungi melalui sambungan telepon berjanji akan melakukan pengecekan ke lokasi.

“Terima kasih infonya. Kita akan segera cek ke lokasi, bila memang benar adanya aktifitas Ponton TI rajuk beraktifitas di daerah tersebut maka akan ditertibkan bersama tim tugas,” kata Santo singkat.

Hingga berita ini diturunkan, Japos.co masih dalam upaya konfirmasi ke pihak-pihak terkait lainnya.(Oby)

 

 626 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *