Yusran Yusuf Jabat Pj Walikota Makassar, Nurdin Abdullah Ingatkan Pentingnya Sinergitas

MAKASSAR, JAPOS.CO – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof HM Nurdin Abdullah melakukan pengambilan sumpah Penjabat (Pj) Walikota Makassar yang baru, Prof Yusran Yusuf, di ruang Sipakatau, kantor Walikota Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu, (13/5/2020). Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat sebelumnya, M Iqbal Suhaeb.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) oleh Kepala Biro Pemerintahan Sulsel Hasan Basri Ambarala.

Mengawali sambutannya, Nurdin Abdullah menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa 1441 Hijriah dan selamat atas penunjukan penjabat walikota yang baru dan terima kasih kepada penjabat yang lama. 

“Pertama, tentu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr Iqbal Suhaeb, sebagai Pj walikota selama setahun, tentu Pak Iqbal telah bekerja secara maksimal. Saya merasakan betul bagaimana beliau sebagai pejabat di Kota Makassar,” kata Nurdin Abdullah. 

Ia mengatakan, masa jabatan penjabat maksimal satu tahun. Penjabat walikota dipilih oleh gubernur, jadi tanggung jawab ada di pundak gubernur dan meminta pengesahan Mendagri. 

Untuk membangun Kota Makassar, lanjutnya, maka diperlukan sinergitas dari berbagai elemen. Termasuk saat ini dalam upaya memotong mata rantai penularan Covid-19, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga sendi-sendi perekonomian masyarakat. 

“Sekali lagi yang ingin saya sampaikan bahwa sinergi, sinergi dan sinergi itu penting,” tegasnya.

Sebagai gubernur yang dipilih oleh rakyat, Nurdin Abdullah memiliki mimpi dan harapan terhadap Kota Makassar. Namun tidak mungkin diubah oleh hanya seorang sosok walikota, dibutuhkan soliditas. 

“Makanya kemarin saya panggil Pak Yusran sebelum dilantik, saya berikan masukan, saya butuh soliditas, maka saya minta lakukan evaluasi secara menyeluruh, tim work kita. Kalau ada yang lemah, Pak Tjahjo (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) bilang setiap hari mutasi itu tidak apa-apa,” terangnya.

Ia menitipkan pesan kepada Pj Walikota untuk menciptakan tim work yang solid, bersinergi, mampu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik.

“Jujur, (Pj) Walikota Makassar ini selesai, saya harus mempertanggungjawabkan, karena Kota Makassar ini adalah tanggung jawab Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Selain itu, terkait pemilihan walikota selanjutnya, ia menyebutkan, belum ada jaminan akan dapat dilaksanakan pada bulan Desember tahun ini, melihat perkembangan Covid-19, kemungkinan dapat menyeberang ke tahun 2021. Sebab, Perppu-nya mengatur ketika terjadi perkembangan dan belum dapat diatasi pilkada dapat ditunda.

Ia juga berharap agar Makassar menjaga pada pilkada mendatang menjadi zona hijau, serta netralitas pejabat dan ASN. 

Beberapa hal yang ditekankan oleh gubernur, pekerjaan awal lainnya dari Pj walikota yang baru adalah menyelesaikan permasalahan perparkiran di kantor walikota sendiri. Jika tidak bisa menyelesaikan masalah ini, maka ini juga dapat menjadi gambaran penyelesaian perparkiran di Kota Makassar. Selain itu, persoalan pemutusan rantai Covid-19 dan pemulihan pasca pandemi.

“Saya tentu berharap Pj Walikota ini ada semangat baru untuk memutus rantai penularan Covid-19, karena target kita konfirmasi positif ini terus menurun, bahkan melandai. Harapan kita bisa sampau titik nol,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Pejabat Pemprov Sulsel, Ketua DPRD Kota Makassar Rudiyanto Lallo, Dandim 1408/BS Kolonel Inf Andriyanto, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan, Kajari Makassar Nurni Farayanti, dan para camat se Kota Makassar.(Mudahri) 

 750 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *