Gubernur Erzaldi Dorong Optimalisasi Hasil Sawah Desa Rias

BANGKA BELITUNG, JAPOS.CO – Saat bersilaturahmi bersama masyarakat Desa Rias, Gubernur Erzaldi mendorong masyarakat Desa Rias untuk mengoptimalkan persawahan. Peningkatan hasil panen ini dibutuhkan, mengingat Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu provinsi yang rentan ketahanan pangannya. Sebelumnya, defisit beras di Babel sudah berhasil dikurangi. Namun, di masa pandemi ini kembali mengalami defisit. 

“Karena banyak daerah-daerah yang sebelumnya surplus beras, mungkin sekarang menjadi kurang. Maka dari itu, kita (Pemprov Babel) mendorong terus, agar masyarakat petani kita terjun dan turun untuk menanam padi bagi mereka yang sudah dicetak sawahnya,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Dengan pemberdayaan hasil sawah tersebut, Pemprov. Babel menargetkan hasil beras Desa Rias pada tahun depan bisa meningkat menjadi 7-8 ton per hektar.

Meningkatkan hasil padi ini merupakan salah satu upaya Pemprov Babel ke depannya dalam rangka merecovery masa pandemi.

“Karena masa pandemi ini kan harus kita recovery secepatnya. Salah satu target nya adalah memperluas daerah tanam termasuk mengoptimalkan hasil perhektar per panen. Kalau di Desa Rias ini baru 5 ton per hektar, Insya Allah tahun depan bisa menjadi 7-8 ton per hektar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gubernur Erzaldi juga menyarankan kepada masyarakat petani agar dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat. Akan sangat disayangkan apabila fasilitas KUR yang tersedia tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat petani.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi juga menyampaikan bantuan 200 paket sembako dari segenap ASN pemprov kepada masyarakat yang penghasilannya terdampak Covid-19. Pemberian bantuan ini dilakukan di Toboali di Mesjid Baiturrahman. Saat memberikan bantuan Gubernur Erzaldi juga tetap mengingatkan kepada masyarakat agar menjalankan protokol covid19 ini. 

“Pemerintah selalu menyosialisasikan mengenakan masker, lakukan jaga jarak, berolahraga, dan memakan asupan gizi yang baik untuk tetap menjaga imunitas tubuh. Tetap waspada, karena hingga Saat ini, belum ada vaksinnya,” pungkasnya.(Oby)

 

 

 156 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *