Banyak Masalah di Desa Krengih Rembang Pasuruan, LSM Siapkan Laporan

PASURUAN, JAPOS.CO – Berdasarkan infomasi banyak permasalahan di Desa Krengih Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Seperti yang diungkapkan Camat Rembang, Iyo Ashari  terkait Dana Desa (DD) yang belum dikembalikan kepala desa.

Terkait masalah dana desa(DD), menurut Camat Rembang sudah menyarankan agar adanya silpa sekitar Rp.63 juta segera dikembalikan. “Memang kemarin ada sedikit masalah, ada silpa sekitar 63 juta yang sudah saya sarankan agar segera dikembalikan. Sebaiknya mas (awak media) ke orangnya saja untuk lebih jelas,” ungkap camat.

“Selain itu masalahnya mas di Desa Krengih, masalah hasil tanah bengkok yang diperebutkan oleh mantan kades dan yang sekarang, katanya ada perjanjian atau apa. Tapi kalau menurut aturan ya siapa yang menjabat itu yang berhak mengelola mas.” ungkap Iyo Ashari di kantonya kepada Japos.co, Selasa (28/04).

Sementara mantan kepala Desa Krengih, Pahresi saat dikonfirmasi di kediamanya sedang tidak ada di tempat, namun melalui ponselnya mengatakan kalau urusan lahan itu karena tanah bengkok itu sudah terlanjur ditanami padi, harusnya ada toleransi, jadi menunggu panen baru diserahkan.

“Kalau masalah lahan bengkok memang karena sudah ditanami padi, saya juga sudah bilang pak camat kalau sudah ada tanamanya, jadi ada toleransilah. Dan terkait bedah rumah yang belum selesai memang itu pekerjaan belum selesai dan hanya ada tukang 4. Tapi dana sudah saya serahkan untuk belanja dan lagian itu juga belum di SPJkan,” ungkap Pahresi.

Menanggapi terkait Dana Desa (DD) yang silpa senilai Rp. 63 juta, Pahresi masih belum bisa dikonfirmasi ulang hanya dijanjikan akan ditemui begitu sudah ada waktu.

Terpisah, Zainal Abidin, LSM Wadah Aspirasi Rakyat(WAR) menanggapi adanya hal tersebut menyatakan siap menidak lanjuti dengan investigasi dan menyiapkan laporan apabila ditemukan adanya temuan dugaan tindak pidana.

“Kita akan lakukan investigasi mas,dan kalau ditemukan bukti cukup adanya tindak pidana maka kita akan laporkan ke pihak berwajib. Dugaan kami memang ada indikasi ke tindak pidana,tapi kita kumpulkan dulu data dan bukti penunjang,” singkat zainal.(sp)

 

 567 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *