Sarana dan Prasarana SMK Pancasila Jombang Diduga Tidak Layak

JOMBANG, JAPOS.CO – Indonesia kini telah berupaya untuk mengembangkan mutu dan kwalitas pendidikan sesuai dengan kemajuan zaman di era globalisasi, peningkatan kwalitas dan mutu pendidikan terus diupayakan disetiap masing-masing lembaga pendidikan guna menyesuaikan perkembangan zaman di era milenial melalui basic pendidikan diseluruh Nusantara. Namun hal tersebut tidak semua lembaga pendidikan dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi seperti yang telah dicanangkan oleh Direktorat Pendidikan Pemerintah Pusat yang sudah berjalan pada lembaga-lembaga pada umumnya, itu terjadi pada lembaga pendidikan SMK Pancasila yang ada di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. 

“Mas di sekolahan SMK Pancasila itu lho sarprasnya kok terkesan sangat tidak memenuhi standart lembaga pendidikan gitu, masak ruang praktek disekolahan itu terkesan kosong melompong tanpa ada sarana yang bisa di buat praktek sesuai dengan jurusan yang ada disekolahan tersebut, padahal jumlah siswa yang ada seperti pada jurusan (TKJ) teknik komputer dan jaringan dan jurusan (TSM) teknik sepeda motor, disitu banyak anggaran yang mestinya bisa dibuat melengkapi sarana prasarana pada jurusan tersebut seperti Bos Regional, anggaran swadaya, SPP, anggaran tehnik dan non tehnik ada tapi faktanya kok masih banyak kekurangan distandar kwalitas atau alat prakteknya, lha terus anggarannya yang selama ini dibuat,” jelas NK kepada Japos.co dengan penuh kecewa.

Sementara Kepala Sekolah SMK Pancasila melalui bagian Tata Usaha saat dikonfirmasi menuturkan tidak benar jika fisilitas pendidikan disekolahnya tidak memadai, alat olah raga seperti bola basket lengkap, untuk fasilitas praktek seperti komputer dan sepeda motor praktek juga.

“Kami sediakan sesuai kebutuhan, jadi tidak benar jika di SMK  Pancasila itu kekurangan alat praktek dan tidak memadai, sayang saya masih ada keperluan penting jadi tidak bisa mengantarkan ke lokasi disekolah,” ujarnya..

Terpisah, Ketua Yayasan Pembangunan Pancasila Anang Amrullah menjelaskan jika masih ada kekurangan alat praktek itu hal yang wajar.”Sekolah kita ini swasta tidak bisa disamakan dengan sekolah negeri yang anggarannya sangat besar, kami mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan yang menjadi prioritas, jika wali murid dibebani biaya yang sama dengan sekolahan negeri kemungkinan besar tidak akan kembali ke sekolah,” terangnya dengan santai.(Set)

 

 466 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *