UTA 45 Jakarta Peduli Covid-19, Sebagai Bentuk Pengabdian Pada Masyarakat

JAKARTA, JAPOS.CO – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus bhakti sosial selama pandemi Covid-19, Yayasan Perguruan Tinggi Universitas 17 Agustus/UTA 45 Jakarta bersama Femme Cosmetic, dan APTFI mengadakan program pengabdian masyarakat yang bertemakan Peduli Covid-19 guna penanggulangan penyebaran Covid-19.

Femme Cosmetic adalah UKM yang telah berkiprah di industri kecantikan sejak tahun 2018. Femme Cosmetic memproduksi kosmetik dalam negeri berbasis bahan-bahan herbal yang tidak berbahaya untuk kesehatan kulit dan telah bersertifikat BPOM & Bersertifikat Halal. Sementara APTFI adalah Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi (APTFI). Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

Aktivitas peduli Covid-19 yang terselenggara ini merupakan lanjutan dari aktivitas sosialisasi dan edukasi yang sebelumnya telah terlaksana. “Ini kegiatan bakti sosial yang kedua kami laksanakan selama pandemi Covid-19. Dan kegiatan bakti sosial ini, akan terus kami jalankan selama Covid-19, sesuai dengan kemampuan kami. Itu saja tujuan bakti sosial dan pengabdian pada masyarakat yang kami lakukan,” ucap Brian Matthew, Wakil Rektor II UTA 45 Jakarta.

Melalui program pengabdian masyarakat yang bertema “Peduli Covid 19”, UTA’45 Jakarta telah menyusun serangkaian kegiatan sebagai berikut: 

  1. Pada tanggal 27 April 2020 dan 28 April 2020 akan dibagikan sembako kepada karyawan dan masyarakat sekitar UTA 45 Jakarta.
  2. Pada tanggal 29 April 2020 akan didonasikan hand sanitizer dan masker kepada RS Sulianto Saroso, Wisma Atlet dan juga para security.
  3. Aktivitas Peduli Covid-19 dalam bentuk pemberian sembako akan dilanjutkan pada bulan Mei 2020.

Untuk aktivitas peduli Covid 19 ini ada 1.000 paket yang akan diberikan mulai dari sembako dan perlengkapan medis. Sembako dan perlengkapan medis tersebut berupa: 2 kg beras, 4 bungkus mie instan, 1 hand sanitizer, 1 masker, dan 1 sabun cair. “Sembako akan kami bagikan langsung ke masyarakat Jakarta Utara yang benar-benar membutuhkan, lalu perlengkapan kesehatan kepada para pejuang medis di Rumah Sakit Sulianti Saroso dan Wisma Atlet, kepada awak media, dan kepada satuan pengamanan di lingkungan Tanjung Priok,” sebut Brian.

Dalam waktu 1,5 bulan ini dampak Covid-19 telah meluas hingga ke bidang ekonomi. Daya beli masyarakat menurun secara drastis terutama di kalangan masyarakat kelas bawah. Dunia prihatin, demikian pula Indonesia. “Sebagai sesama anak bangsa yang sedang dilanda musibah Covid-19 yang bermuara pada potensi krisis ekonomi yang tinggi, nurani kami terpanggil, dengan segala keterbatasan kami, untuk tetap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kesulitan. Dengan prinsip bersama kita pasti bisa, pandemi Covid-19 pasti akan berlalu,” Brian Matthew mengakhiri.(Herman)

 685 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *