Bupati Gelar Konferensi Pers OKU Status Zona Merah

BATURAJA, JAPOS.CO – Kondisi perekonomian di Bumi Sebimbing Sekudang mulai lumpuh dan berdampak krisis moneter. Bahkan BPKAD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan tidak bisa mencairkan dana.

Tampak terlihat sejak daerah ini lockdown pada April dan diperpanjang 29 Mei 2020, terlihat super market, ramayana, city mall dan seluruh kantor ditutup, bahkan kantor Pajak Baturaja juga tutup total, hanya tenaga struktural saja yang masuk.

Seiring temuan terpapar positif Covid-19, berawal dari mantan pejabat OKU, dokter dan baru-baru ini karyawan Bank Sumsel Baturaja serta Cleaning Service DPRD OKU, menambah keresahan apalagi puluhan anggota dewan pernah kontak dengan positif Corona.

Akhirnya, kantor DPRD OKU, kemarin disemprot petugas Dinas Kesehatan dengan disinfektan. Hari ini, (28/4/2020) gedung dewan bahkan ditutup total.

Dalam mengantisipasi wabah virus Corona (Covid-19), Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menyampaikan konferensi pers, bertempat di Pusat Pelayanan Informasi Satgas Covid-19 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Baturaja, Senin (27/04/2020).

Dengan dikonfirmasinya satu warga positif Covid-19 kemarin sore, maka status terkini perkembangan Covid-19 Kabupaten OKU menjadi 10 orang, dengan dasar ini menjadikan status zona merah bagi Kabupaten OKU dikarenakan telah terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19.

Kondisi tersebut disampaikan langsung Bupati OKU Drs H Kuryana Azis yang sekaligus menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKU. Dirinya menjelaskan, penambahan ini cluster dari pasien 07 dengan inisial D usia 30 tahun, dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil pemeriksaan swab-nya dinyatakan positif, kemaren.

Mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten OKU, bupati menghimbau masyarakat agar lebih disiplin dan mematuhi anjuran pemerintah sesuai protokol kesehatan.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik dari BUMN/BUMD, komunitas/kelompok sosial, LSM maupun insan pers yang telah bersama-sama pemerintah memberikan bantuan/donasi dalam penanggulangan Covid-19.

Pemkab OKU telah mengambil langkah untuk merealisasikan pemenuhan kebutuhan terkait kesehatan, penanganan dampak sosial ekonomi dan juga penyediaan jaring pengaman sosial.

“Terkait penyaluran BLT, saat ini sudah selesai pendataan dari Dinas Sosial dan Insya Allah secepatnya akan didistribusikan kepada masyarakat tidak mampu/berpenghasilan rendah terdampak Covid-19,” tandas Kuryana Azis.

Melalui juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten OKU Rozali SKM menyampaikan update data situasi perkembangan Covid-19 tanggal 26-27 April 2020 sampai pukul 10.00 Wib sebagai berikut: ODP masih tetap 127 orang, proses pemantauan 11 orang, selesai pemantauan 116 orang, jumlah PDP 6 orang, proses pengawasan 3 orang, selesai pengawasan 3 orang dan terkonfirmasi positif Covid-19 ada penambahan 1 orang menjadi 10 orang.

Tim Satgas Covid-19 melalui Dinas Kesehatan OKU terus melakukan pelacakan kontak (contact tracing) untuk mengidentifikasi sumber penularan bagi pasien yang telah positif terjangkit Covid-19.

Pemkab OKU menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk dapat mematuhi dan mengikuti himbauan MUI dan Kementerian Agama terkait dengan tata cara ibadah selama masa pandemi Covid-19, antara lain agar melaksanakan ibadah tarawih di rumah masing-masing, selama bulan suci Ramadhan tahun ini, serta menghimbau bagi warga OKU di perantauan untuk tidak melaksanakan mudik di tahun ini.(Parmin)

 133 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *