Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kab Melawi Setuju Rujab Ketua Dewan Dijadikan Tempat Isolasi

MELAWI, JAPOS.COKetua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Melawi Penanggulangan virus Corona (Covid-19), Drs Klusen bersama anggota pansus lainnya, meninjau tempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah maupun Tim Gugus Tugas Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Melawi, Selasa (21/4/2020).

“Pertama kami meninjau RSUD Melawi, dimana disana disediakan ruangan isolasi sebanyak 22 ruangan. Kalau untuk ruangan isolasi sudah layak, saya melihat tempat tersebut bersih dan sudah siap, yang perlu lebih diperhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD),” ungkapnya kepada wartawan.

Bahkan menurut Klusen, pihaknya sudah bertemu langsung dengan Direktur RSUD Melawi dr Sien. “Beliau juga menyampaikan ketersediaan APD perlu ditambah dan area/ruang fasilitas dibenahi guna memenuhi kebutuhan pasien, seperti halnya wifi dan yang lainnya,” ujarnya.

Alasannya, menurut Klusen, bilamana nanti ada yang diisolasi, pada umumnya mereka secara fisik terlihat seperti biasa, artinya mereka tidak seperti pasien yang opname, bisa jalan-jalan. Maka bagaimana para pasien bisa betah selama diisolasi,” terangnya.

Terkait usulan itu, lanjut Klusen yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Melawi ini, pihaknya sangat setuju, sehingga pasien tidak jenuh saat dalam isolasi yang penjagaannya super ketat itu.

Pansus juga melanjutkan peninjauan ke Rumah Sakit Kenual, disana tersedia dua kamar dan layak juga dijadikan persiapan isolasi Covid-19. Tapi Rumah Sakit Pratama Batu Buil belum layak, masih banyak yang harus dibenahi, itu memerlukan anggaran lumayan besar. “Kami juga langsung ketemu Kepala RSUD Pratama, beliau mengatakan, kamar yang disediakan di sana belum memadai termasuk kondisi kamar mandi di setiap ruangan yang tidak layak,” bebernya.

Ditambahkan Klusen, untuk pos perbatasan juga sudah ditinjau dan bertemu langsung dengan ketua tim yaitu Kapolsek Belimbing. “Beliau (Kapolsek) meminta kalau bisa penyediaan ravid test. Alasanya, untuk mengetahui kondisi warga keluar-masuk ke Melawi bisa dideteksi apakah terpapar Covid-19 atau tidak,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Kluser, ADP juga sangat minim sehingga perlu ditambahkan. “Kalau masalah makanan atau kebutuhan sehari-hari untuk petugas jaga disana sudah cukup,” sambungnya.

Terkait masalah adanya tawaran Ketua DPRD Melawi Widya Hastuti, yang mengusulkan rumah jabatan (rujam)nya dijadikan tempat isolasi, Klusen mengaku sangat mendukungnya. “Itu tepat, tinggal dibenahi kekurangannya,” tandasnya.

Diungkapkan oleh Klusen, pansus telah menggelar rapat guna menindaklanjuti hasil tinjauan yang disampaikan oleh pemerintah daerah lewat LKPJ Pemkab, dan rencana penanggulangan Covid-19. “Terkait itu akan kami berikan jawaban dan solusi kepada pemerintah. Kita akan bangun kerjasama untuk keselamatan masyarakat,” ujarnya mengakhiri.(Pangaribuan)

 599 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *