LMND Pandeglang Kritisi Baksos Polres Langgar Maklumat Kapolri

PANDEGLANG, JAPOS.CO – Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Pandeglang menilai kegiatan bakti sosial (baksos) Polres Pandeglang melalui surat undangan yang bertemakan “Gerakan BAKTI SOSIAL POLRI PEDULI Covid-19” yang rencananya diselenggarakan Selasa (21/04/2020), tak sejalan dengan maklumat Kapolri.

“Tentunya itu bentuk pelanggaran ketentuan sendiri, karena sudah jelas di dalam isi maklumat Kapolri terdapat adanya larangan berkerumun atau berkumpul dalam skala besar. Namun dalam kegiatan baksos yang diselenggarakan Polres Pandeglang ini, mengundang sejumlah organisasi masyarakat Ormas Kepemudaan (OKP) juga OPD, belum lagi dari kepolisian sendiri yang berada di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Yudistira, Ketua LMND Pandeglang.

Dikatakan Yudis – sapaan akrabnya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Pandeglang ini sangat positif karena dalam rangka penanggulangan Covid-19. Namun disisi lain, ketika mengundang beberapa elemen, sama saja mengajak orang berkerumun. Seharusnya pihak kepolisian mengantisipasi kerumunan itu terjadi untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Padahal kita tau, Polri sendiri memiliki maklumat yang sakti, yang semestinya maklumat tersebut merupakan kebijakan dari pusat yang harus kita sadari dan patuhi,” tegasnya.

Sekedar informasi, adapun isi maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa mempertimbangkan situasi nasional terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan secara baik, cepat, dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
  2. Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Maklumat:
  3. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:

1) Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;

2) Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;

3) Kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan;

4) Unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta

5) Kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

  1. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah;
  2. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19;
  3. Tidak melakukan pembelian dan atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan;
  4. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat; dan
  5. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat
  6. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  7. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Nah point – point yang saya sebutkan tadi bisa menjadi rujukan dan evaluasi bagi Polres Pandeglang agar mematuhi maklumat yang dikeluarkan Kapolri karena ketentuan itu bukan berlaku bagi masyarakat saja,” jelasnya.(Na2)

 1,395 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *