Penghai Kerjakan Proyek Jembatan 24 M Terkesan Amburadul

KUALATUNGKAL, JAPOS.CO – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) memang sangat dibutuhkan, apalagi pembangunan tersebut benar-benar menyentuh langsung ke sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Namun, jika pembangunan itu sama sekali manfaatnya tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, ini yang menjadi pertanyaan. Selain dampaknya akan mengecewakan masyarakat, tentu saja pemerintah akan dirugikan dalam hal anggaran.

Kali ini, pembangunan jembatan/tiang pancang bersumber dana APBD tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp 6.773.578.000, disinyalir dalam pengerjaannya tidak sesuai mutu dan kwalitas.

Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan pelaksana CV Geva Karya Utama yang berlokasi di Parit Yusuf Kecamatan Seberang Kota Kabupaten Tanjabbar Provinsi Jambi, mendapat sorotan tajam dari elemen masyarakat, karena saat ini proyek mangkrak alias tidak kelar.

Proyek pembangunan jembatan tiang pancang yang dikerjakan oleh rekanan pelaksana bernama Penghai ini, menurut beberapa warga yang berhasil ditemui wartawan, diduga dikerjakan tanpa pengawasan pihak Konsultan Pengawas dan dinas terkait. “Bahkan oprit jembatannya sudah ada yang dicor tanpa pengawasan dari pihak terkait, hal ini tentu berdampak buruk, karena tidak diawasi maka pekerjaan akan jauh dari mutu dan kualitas,” sebut Ahmad, warga setempat.

Ahmad mengaku selalu mengamati pekerjaan tersebut yang kebetulan dirinya sering lalu lalang di lokasi pekerjaan. “Pekerjaan Penghai yang di Parit Yusuf, kalau saya lihat kerja semaunya, tidak becus. Misalnya saja jembatan darurat yang dibangun oleh Penghai sangat berantakan sehingga sangat mengkawatirkan bagi warga yang melintasinya. Apalagi pada jembatan kecil itu tanpa pegangan, dan mirisnya bahan yang dipakai menggunakan kayu bekas,” bebernya.

Disebutkan Ahmad, jembatan yang dikerjalan oleh Penghai mulai dari Parit Itur, Parit Gabis, Parit Yusuf dan juga Parit Sei Bakung benar-benar tidak beraturan alias berantakan.

“Memang jembatan darurat ini dibangun hanya sementara, tapi disini lah cara kami menilai kalau si Penghai ini kerjanya tidak profesional dan tidak tanggungjawab,” ucap Ahmad kepada Japos.co di lokasi pekerjaan.

Terpisah, Ketua Ormas Rajawali Sakti, Sudirman, kepada Japos.co, (20/4) mengomentari atas pembangunan jembatan tersebut. “Ini namanya kerjaan amburadul, pembangunan 4 jembatan sekaligus oleh Penghai benar-benar telah mengecewakan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya juga sangat menyesalkan proyek bernilai sekitar 24 miliar rupiah itu, tanpa diawasi oleh pihak terkait. “Walau tidak diawasi, tapi pengerjaan tetap berjalan, ini luar biasa,” tegasnya.

Diakuinya, Penghai sudah terkenal dalam hal proyek (pemerintahan), bahkan setiap tahun proyek yang didapatnya dari pemerintah mencapai puluhan miliar. “Iya, dia juga orang dekat Bupati Tanjabbar. Jadi siapapun yang mengganggunya tidak akan mampu, sebab Penghai adalah orang top di wilayah kita ini,” sebutnya.

Penghai memang hebat, kata Sudirman, di saat lelang proyek masih dalam proses, dia sudah mengetahui kalau empat paket jembatan ini akan jadi miliknya. Karenanya, semua persiapan, mulai dari bahan dan lain-lainnya sudah standby di lokasi, bahkan sudah menanam tiang pancang dan mengecor oprit jembatan terlebih dahulu tanpa diawasi oleh pihak Konsulatan Pengawas dan dinas terkait. “Kita jangan heran, jangankan dinas terkait dan konsultan pengawas, Bupati (Tanjabbar) saja tidak berani menegur Penghai, apalagi untuk mengambil tindakan,” jelas Sudirman.

Terkait itu, Sudirman jauh hari sudah mewanti bahwa pekerjaan empat jembatan ini tidak akan menghasilkan kualitas dan kuantitas seperti yang diharapkan. “Contohnya saja dari tahun sebelumnya proyek yang dikerjakan Penghai tidak pernah ada yang beres atau memuaskan masyarakat setempat, namun tetap saja pemkab terkesan tutup mata,” tukasnya.

Sementara itu, kepala tukang yang dimintai komentar di lokasi pekerjaan mengatakan bahwa konsultan sedang tidak ada. “Bapak temui mandor kami aja,” katanya. Namun sayang mandornya sedang berada di Kota Kualatungkal.

Hingga berita ini dilansir, Kabid BM Arif Sambudi dan Konsultan Pengawas belum dapat diminta keterangan.(Tenk)

 908 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *