Ular Piton Sepanjang 3 Meter Ditemukan di Rumah Warga di Ketapang, Saat Ditangkap Melawan!

KETAPANG, JAPOS.CO – Antara rasa takut dan berani Sugeng (59 th) mencoba menangkap ular piton di rumahnya, penangkapan penuh dramatis terjadi di Gang Amal, Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan, Ketapang Kalimantan Barat. Tamu tak diundang itu di ketahui keberadaannya Sabtu dini hari (18/4) sekitar pukul 01.00 Wiba.

Sugeng menceritakan, ular piton itu diketehui keberadaannya di kamar kosong lantai dua oleh anak perempuannya. Pada waktu itu anak perempuannya  belum tidur sedang main telepon seluler. Sedang asik-asiknya, anaknya mendengar suara desis berulang kali. Awalnya mengira bahwa diriya (Sugeng) bergurau, menakut-nakuti untuk memberi isarat agar segera tidur karena sudah larut malam.

Setelah didengar seksama dan mencari arah bunyi desis tersebut, betapa kaget anaknya, ternyata ada tamu tak di undang di kamar loteng miliknya, yang menurut Sugeng secara kebetulan kamar tersebut sedang kosong.

Mengetahui keberadaan ular, anaknya pun bergegas membangunkan istri dan dirinya dari tidur. Sambil mengusap mata dia mencoba melihat arah yang ditunjuk.

“Betapa kagetnya, seekor ular piton besar dan panjang sedang merayap perlahan di sana, seakan memberi kode sedang mencari mangsa,” ungkapnya.

Sugengpun memerintahkan pada istri dan anaknya untuk menghubungi warga guna meminta pertolongan. Sementara dia bergegas mencari sebatang kayu sebagai alat penakluk. Tak lama kemudian, warga berkumpul. Pemburuanpun dimulai, warga dengan senjata masing-masing guna mengusir binatang melata tersebut.

Menurut Sugeng, ular piton yang diketahui sepanjang 3 meter dan mempunyai berat 10,5 kg itu berhasil ditangkap. Hanya saja kata Sugeng, warga kesulitan menangkap ular Piton itu. Pasalnya, ular sempat melarikan diri di lorong yang sempit, sehingga sulit dijangkau. Bahkan pada akhir-akhir penangkapan, ular sempat melawan, kepalanya berdiri seakan ingin memangsa, sehingga warga beberapa kali mundur dari posisi semula.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dalam waktu kurang lebih tiga jam lamanya, ular dapat dilumpuhkan, dibunuh dengan cara di tembak senapang angin. Setelah diukur dan ditimbang, ular tersebut langsung dimakamkan oleh warga,” terang Sugeng.

Melalui Japos.co ini, Sugeng mengucapakan terima kasih kepada warga atas pertolongan. Dia pun berdo’a semoga kebaikan yang diberikan dibalas oleh Allah SWT.(TM/Har)

 

 1,552 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *