RSUD Melwai Resmikan Gedung Ruang Farmasi dan Miliki 1 Unit Alkes CT SCAN

MELAWI, JAPOS.CO – Bupati Kabupaten Melawi Panji, S Sos resmikan satu unit alat kesehatan CT SCAN, dan gedung ruang Gudang Farmasi sekaligus meninjau langsung kesiapan sarana prasarana, obat-obatan serta APD.

Sebelum Bupati Melawi Meresmikan CT SCAN, Direktur RSUD Melawi dr Sien, melaporkan singkat kinerja dan fungsi alkes baru yang dimiliki RSUD dimaksud. Menurut Sien, CT SCAN ini pengadaannya sudah tahun 2019.

“Tapi untuk bisa kita resmikan maupun digunakan ada beberapa admistrasi legilitas yang harus di urus. Izin kepemilikan dan pengoprasian alat ini.Bukan hanya izin dari Menkes tapi izin juga kita urus dari Menteri Perindustiran Pertambangan (Nuklir) sekarang semua legilitas alat ini sudah kita miliki, ” terangnya kepada wartawan, Jumat (17/4).

Masalah pengoprasiannya, kata dr Sien pihaknya sudah ada tenaga supervisi dan dr spesialis, Sp, RAD yaitu dr John Kurniawan, ada beberapa tenaga ahli.

“Selain CT SCAN yang akan Bupati resmikan ada juga gedung gudang farmasi yang baru dan 15 ruang isolasi 30 unit tempat tidur. Ruang isolasi ini kita sediakan persiapan kemungkinan apabila ada pasien yang mengindap virus corona (Covid 19) atau reaktif ravid yang tidak muat di tempat rumah sakit rujukan, maka ruangan tersebut bias digunakan. APD dan anti virus serta obat-obatan persiapan antipatif skanario kemungkinan penanggulangan virus covid-19, juga kita sudah sediakan di RSUD ini,” jelasnya.

Unruk lebih mendaetail fungsi dan kecanggihan CT SCAN, dr John Sp RAD menjelaskan secara singkat bahwa CT SCAN adalah alat kesehatan yang mempunyai kelebihan dari penditeksi alkes

“CT SCAN mampu mendiagnosa berbagai penyakit kecuali penyakit jantung, CT,SCAN adalah diaknostik mencari penyakit sumber enegi yang digunakan sama dengan foto rongtgen, yaitu x-ray. x-ray menghasilakan radiasi efek biologis (pada sisi tertentu),teknologi canggih multi planar reconssing, ava, vc, Ina, BP, support telemedicine dan rissimrs. Semua penyakit bias di chek kecuali penyakit jantung,” ungkap John.

Sementara Bupati Melawi Panji mengatakan alat kesehatan suatu yang sangat dibutuhkan masyarakat di suatu Rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

“Apalagi keadaan sekarang kita di perhadapkan dengan kondisi virus Covid 19. Ini wabah yang tidak bias kita elak,mau tidak mau harus kita hadapi bersama. Kita semua harus melawan virus mematikan ini, ” ujarnya.

Panji juga menyampaikan pesan agar masyarakat untuk menanggulangi dan pencegahan menyelamatkan masyarakat pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Melawi siap dan siaga. Apa yang  terjadi, walaupun kadang dituding pemerintah lengah atau tudingan lainnya itu bukan menyurutkan semangat kerja pemerintah terkhusus penaganan penanggulangan Virus Corona.

“Beberapa hari yang lalu,kami dari pihak pemerintah dan tim Gugus Tugas dituding orang tertentu menyampaikan hoaks itu bagi kami tidak terlalu masalah yang jelas niat kami menyampaikan ke media, tulus untuk pencegahan dan melindungi masyarakat.Ada warga kita kena reaktif ravid kami katakan revid, sudah dua kali hasil test dari pihak medis RSUD Sudarso Pontianak.Masalah ada kekeliruan cronologis sebelum di hasil diaknosa, itu saya rasa sangat bias dimaklumi, ” ungkapnya.

Dan yang disebut hoaks, lanjut Panji menurut artikulasi kata atau arti sebenarnya seseorang atau kelompok tertentu dengan sengaja menyampaikan atau menulis, memosting kalimat, gambar, video dan yang lainnya bermaksud dengan sengaja, memprovokasi, orang lain, melalui skanario yang di buat atau bermaksud memperkeruh keadaan atau memperburuk keadaan itu daripada bahagian hoaks,tapi itu semua kami dapat maklumi, ” sambungnya.

Menurut Panji, pengadaan alkes yang di katakan canggih ini, dan penambahan gedung ruang gudang farmasi  di RSUD Melawi tentu ini sangat  diinginkan bersama.

“Dengan adanya CT SCAN masyarakat tidak perlu lagi ke RSU luar Melawi, kita sudah punya alat canggih penditeksi penyakit.Yang paling penting pemerintah terus memperhatikan kemajuan RSUD, kedepan apa-apa yang perlu lagi kita benahi tentu menjadi perencanaan kita. Sebelum CT SCAN RSUD Melawi sudah punya alat cuci darah yang sebelumnya kita berobat cuci darah harus ke Pontinak atau ke rumah sakit luar Kabupaten Melawi sekarang kita sudah punya, ” imbuhnya.

Angggaran untuk penaggulangan virus Covi-19 sebesar 25 Milyar lebih.

Anggaran penanggulangan virus Corona, kata Panji sudah dianggarkan sebesar Rp 25 milyar lebih, dan itu masih bisa berubah. “Yang jelas sudah kita formulasikan di setiap SKPD karena anggaran ini digunakan untuk TIM gugus juga. Jadi yang menaungi anggaran nya adalah dinas terkait, diantaranya dinas kesehatan BPBD, Dinas social, Pol PP, nanti akan bergabung, ” terang Panji.

Salah satu yang sudah tercapai yaitu pengadaan beras untuk masyrakat dan beras yang akan dibagikan secara gratis kemasyrakat ini setelah selesai dari bantuan Gubernur.”Sudah kita formulasikan sebanyak 200 ton dan administrasi sudah kita minta kepada dinas terkait untuk segera di persiapkan.Terkait anggaran ini, saya akan melibatkan semua pihak harus tahu dan digunakan untuk apa, kemana, besaran anggaran, ” pungkas Panji.(Pangaribuan)

 

 

 

 

 

 

 398 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *