Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Bupati Trenggalek Imbau Warganya Tunda Pulang Kampung

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Demi mencegah semakin meluasnya penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Trenggalek, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Bahkan, untuk menekan adanya kemungkinan merebaknya pandemi melalui ‘para pembawa’ (carrier), Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengimbau warganya yang sedang berada diluar daerah untuk menunda mudik mereka.

Bupati muda yang akrab disapa Gus Ipin ini pun berharap adanya kesadaran masyarakat untuk mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari segi kesehatan maupun psikologi keluarga, orang tua dan lingkungannya. Dengan terus meningkatnya grafik dari dampak Covid-19 di hampir seluruh wilayah Indonesia, maka semua pihak harus saling bergandeng tangan melakukan antisipasi bersama.

“Kami mohon pada saudara-saudara sekalian tundalah mudik anda sementara ini, sampaikan rindu dan penghormatan kepada keluarga melalui teknologi informasi,” imbaunya melalui jaringan virtual pada Minggu, (12/4/2020) kemarin.

Disampaikan Gus Ipin, bahwa jika tetap memaksa mudik, sama artinya dengan melanggar protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah. Dan itu bisa menjadi salah satu pemicu dari kemungkinan penyebaran virus yang selama ini telah menjadi ‘momok’ internasional tersebut.

“Semakin saudara sekalian memaksa untuk pulang kampung dan masuk ke Trenggalek, maka semakin tidak memberikan ruang bagi beristirahatnya virus melakukan penyebaran. Selain itu, saudara-saudara juga tidak memberikan ruang bagi mereka yang berada di garda terdepan penanggulangan wabah,” jelas suami dari Novita Hardini itu.

Dirinya (Bupati Trenggalek) sebenarnya, tidak pernah bosan dalam tiap kesempatan mengajak seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan kesadaran mandiri. Diantaranya, mengurangi kunjungan luar kota, tetap berada di rumah, jaga jarak aman dan pembiasaan pola hidup sehat untuk memutus rantai penyebaran virus.

“Mari kita saling berempati dan tolong menolong, bila saudara tidak bisa membantu dana ataupun tenaga untuk masyarakat terdampak, cukup bantulah Indonesia dengan mengurangi kunjungan ataupun aktivitas luar kota,” tandasnya.

Bupati muda yang murah senyum ini juga meminta kepada seluruh unsur warganya untuk menyikapi secara arif dan bijaksana ketika pemerintah telah mengambil sebuah kebijakan. Sebagaimana contoh dalam penanganan wabah Covid-19 ini, beberapa langkah strategis di ambil sesuai protokol kesehatan yang merujuk pada WHO (World Health Organization). 

“Dukungan ini penting supaya mereka yang bergerak di garda terdepan tetap bersemangat maupun mereka yang terkonfirmasi juga bersemangat sehingga bisa cepat sembuh,” harapnya.

Dan satu lagi yang tidak kalah penting, masyarakat diminta untuk tidak melakukan penolakan dalam bentuk apapun terhadap siapapun warga yang telah masuk dalam status terpapar wabah. Bahkan stigma negatif bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 sekalipun, harus di hilangkan. 

“Bagaimanapun, semuanya masih saudara kita. Jangan sampai ada stigma negatif, Covid-19 ini bukanlah aib. Mari bersama-sama putus rantai penyebaran dengan ikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas bapak tiga anak ini.(Her)

 311 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *