Wabup Pasaman Selenggarakan Diskusi Online Covid-19 Tengah Malam

PASAMAN, JAPOS.CO – Dengan semakin banyaknya pertanyaan yang ditujukan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terkait penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), H Atos Pratama yang menjabat Wakil Bupati (Wabup) Pasaman membuka Diskusi Online melalui Video Converence (Vidcon).

Diskusi yang dimulai sejak pukul 20.00 Wib, Wabup Atos Pratama tampak didampingi Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) William Hutabarat dan Kepala BPBD Ricky Riswandi.

Diskusi online yang kali pertama dilaksanakan oleh Wabup Pasaman ini diikuti oleh 171 orang, didominasi kaum milenial yang rata-rata adalah mahasiswa Pasaman yang kuliah di berbagai daerah dan ada juga jurnalis, perantau, dosen dan guru.

Pada pembukaan diskusi melalui vidcon, Wabup Atos Pratama menyampaikan banyak terimakasih dan mengapresiasi kegiatan ini. 

Pada sesi pembukaan diskusi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman William Hutabarat juga menyampaikan kepada semua peserta diskusi agar memanfaatkan forum ini dengan sebaik mungkin, sekaligus mengajak peserta agar mengikuti himbauan pemerintah, untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Diskusi yang dipandu oleh Annisa Rahman, seorang mahasiswa, membuahkan banyak pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh para peserta, diantara pertanyaan yang disampaikan Khairul Saleh, mahasiswa asal Pasaman di Jakarta.

Khairul menanyakan plafon anggaran yang telah disiapkan oleh Pemkab Pasaman dalam menangani Covid-19. Selain itu dirinya juga mempertanyakan apa langkah strategis yang diambil oleh pemkab dalam menjaga ekonomi masyarakat Pasaman.

Pada kesempatan ini, H Atos Pratama menjawab, bahwasannya Pemkab Pasaman telah menganggarkan dana untuk penanganan Covid-19 sebesar 15% dari anggaran APBD yang nantinya juga akan dipergunakan membantu ekonomi masyarakat dalam ketahanan pangan.

Pada sesi penutup, Kepala BPBD Ricky Riswandi yang juga Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasaman menyampaikan bahwasanya tim gugus telah membentuk 9 posko di perbatasan untuk mengawasi dan memeriksa setiap orang memasuki wilayah tersebut.

Dirinya menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini mengalami kelangkaan tidak hanya di Pasaman, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan UPT BLK Lubuk Sikaping dan SMKN 1 Lubuk Sikaping guna memenuhi kebutuhan APD di Kabupaten Pasaman.(If/Dms)

 291 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *