Wali Nagari Taruang-Taruang Pasaman Jadi Garda Terdepan Pencegahan Covid-19

Pasaman, JAPOS.CO – Peran serta Nagari/Desa sangat dibutuhkan dan dituntut dalam mengatasi penyebaran virus Corona, melalui anggaran dana Desa yang bisa dialihkan untuk upaya- upaya pencegahan yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Desa,Pembagunan Daerah Tertinggal,dan Transmigrasi (Mendes PDTT) No 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. SE ini diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2020 lalu.

Wali Nagari Taruang-Taruang Asparudin menjelaskan untuk aksi cepat tanggap dilapangan telah dilakukan tiga minggu yang lalu dengan pembentukan relawan dengan melibatkan semua unsur Nagari  dan masyarakat, melakukan penyemprotan ditempat umum, penyemprotan pun dilakukan secara berkala yakni satu kali seminggu tetapi belum didukung dengan dana desa, hanya menggunakan dana swadaya saja, karena dana Desa belum masuk.

“Untuk penggunaan Dana Desa terkait untuk pencegahan virus Corona ini,Nagari Taruang-Taruang telah membentuk “Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Nagari Taruang-Taruang” Yang diketuai oleh Wali Nagari, untuk penganggaran Nagari telah menganggarkan dalam Anggaran perubahan (APB) Nagari sekitar Rp 200 juta yang dalam perencanaan akan digunakan untuk pembelian masker, sembako, Alat Pelindung Diri (APD) relawan,pembelian desinfektan, alat semprot, dan juga hand sanitizer, sedangkan untuk jumlahnya Wali nagari menjelaskan masih dalam pembahasan, ” jelas Wali Nagari.

Selain itu  Wali Nagari menghimbauan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Nagari Taruang-Taruang juga menerapkan sebuah aturan untuk membatasi kerumunan-kerumunan masa seperti acara pesta pernikahan.

“Adapun aturan untuk pernikahan yakni bagi yang mendaftarkan pernikahan setelah tanggal satu April maka pernikahannya harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, namun bila mendesak dengan alasan-alasan yang bisa diterima maka dikembalikan kepada KUA agar dapat mengatur bagaimana mekanismenya, ” ungkapnya.

Bagi yang telah mendaftarkan pernikahan ke KUA, kata Wali Nagari sebelum tanggal satu April maka pernikahan bisa diselenggarakan pada waktu yang di tentukan tapi jumlah orang yg mengikuti pernikahan hanya boleh sepuluh orang saja dan tetap menjaga jarak sosial, sedangkan untuk pesta pernikahan sendiri tidak boleh dilaksanakan.

“Pembubaran kerumunan- kerumunan masa pada malam hari juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Babin-Kantipmas Nagari taruang taruang, “tuturnya.

Untuk para perantau yang berasal dari luar negri maupun diluar daerah, Wali Nagari melalui perangkat Nagari menghimbau agar dapat mengisolasi diri  secara mandiri dirumah selama 14 hati dan menjaga jarak sosial Dangan keluarga, untuk  pemantaun orang yang dalam kategori ODP ini dilakukan bidan desa dan jorong, bila ada keluhan selama 14 hari maka, harus melapor ke jorong dan bidan desa untuk ditindak lanjuti.

“Hibauan bagi para perantau juga terus dilakukan oleh Wali Nagari bersama gugus tugas penanganan COVID-19 Nagari taruang-taruang melalui rekaman Vidio yang diunggah ke media sosial yang berisikan tentang Himbauan agar para perantau dapat menahan diri dulu untuk tidak pulang kampung, demi keselamatan keluarga dan masyarakat yang ada di Nagari taruang-taruang, ” himbaunya.

Pada kesempatan ini juga Wali Nagari Taruang-Taruang kembali menghimbau seluruh masyarakat Nagari agar dapat bekerjasama dalam upaya pencegahan virus ini, dengan mengikuti himbauan-himbaun yang dilakukan pemerintah karena ini demi kebaikan dan keselamatan semua.

“Saya mengajak agar selalu bertawakal kepada Allah SWT,semoga dengan usaha-usaha yang kita lakukan ini Allah menjauhkan diri kita semua dari virus ini, “pungkasnya.(if/dms)

 

 452 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *