Rumah Sakit Pratama Pasaman, Minim Alat Pelindung Diri (APD)

Pasaman, JAPOS.CO – Ditengah semakin merebaknya kasus virus Corona, semua pihak dituntut untuk berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai perkembangan virus asal Wuhan ini.

Berbagai upayapun dilakukan mulai dari pembatasan sosial hingga menjaga pola hidup bersih. Peran rumah sakit beserta tenaga medis sangatlah dibutuhkan dalam penanganan wabah ini, oleh sebab itu para tenaga medis menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan, mendeteksi serta pengobatan terhadap penyakit ini.

Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap para tenaga medis karena ini menyangkut keselamatan nyawa para tenaga medis.

Dalam pantauan Japos.co disalah satu Rumah Sakit di Kabupaten Pasaman yakni Rumah Sakit Pratama (RSP) Padang Gelugur, telah melakukan berbagai upaya dalam melindungi dan menjaga tenaga medis dalam menjalankan tugas layanan terhadap pasien yang berobat di Rumah Sakit Pratama

Direktur RSP, dr Herman menjelaskan upaya yang dilakukan pihak rumah sakit adalah dengan melakukan pembatasan pelayanan pasien yang berobat ke poliklinik umum, yakni 30 orang per hari, melakukan screening awal kepada setiap pasien, mewajibkan bagi pasien untuk cuci tangan mengunakan hand sanitizer  dan sabun anti septik sebelum masuk rumah sakit, melengkapi tenaga medis baik dokter perawat dan bidan yang melakukan penanganan langsung pasien dengan APD yang di modifikasi oleh RSP sendiri.

“Namun Alat Pelindung Diri ( APD ) yang dimiliki rumah sakit saat ini sangat minim, untuk pelindung badan saja rumah sakit hanya memiliki mantel plastik, alat pelindung wajah mereka buat sendiri dan keterbatasan masker, karena sulitnya mendapatkan masker, ” jleasnya kepada Japos.co.

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk melengkapi APD bagi tenaga medis dengan melayangkan surat permintaan APD pada dinas kesehatan Kabupaten dan juga mengkoordinasikan dengan tim gugus tugas penangan covid-19 kabupaten Pasaman, namun sampai saat ini realisasi kelengkapan APD untuk Rumah Sakit Pratama sangat minim sekali, ” ujar  dr Herman.

dr Herman mengakui berbagai bantuan memang telah di terima RSP diantaranya dari Partai Demokrat, PKS, Sarjan Lubis, Sabar As, Zulfikri Toguan, namun bantuan tersebut tentu belum mencukupi kebutuhan RSP bahkan saat ini bantuan tersebut telah habis digunakan oleh pihak RSP.

Sementara menurut keterangan dari tenaga medis saat ditemui Japos.co temui di ruang IGD mengakui kekurangan APD yang dimiliki, bahkan petugas medis tersebut menuturkan alat pelindung diri yang dimiliki rumah sakit sangatlah minim,mereka sempat melihatkan mantel plastik yang dimiliki sebagai Alat Pelindung diri.

“Para tim medis juga mencemaskan arus perantau yang pulang kampung menjelang puasa dan lebaran nanti yang tentunya akan meningkatkan jumlah pasien yang akan berobat dan memeriksa kesehatan, ” terangnya.(if/dms)

 

 355 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *