Kepala Desa Randubangu Bersikap Arogan

Mojokerto, JAPOS.CO – Sebagai social control masyarakat tugas wartawan adalah termaktub juga didalam Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai acuan dasar dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang selalu bermitra dengan pemerintah ataupun non pemerintah didalam menyeimbangkan suatu temuan investigasinya kedalam bentuk pemberitaan.

Namun sangat disayangkan saat melakukan konfirmasi harus mendapatkan umpatan dan makian dari seorang kepala desa yang bersikap arogan, itu terjadi di Desa Randubangu Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Kronologi singkat terjadinya umpatan dan hinaan terhadap wartawan Jaya Pos berawal dari temuan proyek fisik berupa rabat beton atau pengerasan jalan yang ada di wilayah desa tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah, proyek dengan anggaran senilai Rp 95.237.100.00 volume 3 X 150 meter pada tahun anggaran 2019 tersebut diduga telah dimark up, terbukti dari beberapa bagian badan jalan yang mengalami pecah-pecah dan rapuh pada sisi-sisi bahu jalannya.

Sementara Kasi Pembangunan, Priyoko yang duduk bersebelahan dengan kepala desa dengan sepontan menjawab terkait pelaksanaan proyek rabat beton tersebut itu era kepala desa yang lama.

“Saya kira kami sudah melaksanakan sesuai dengan prosedur seperti ketebalannya yang 15 cm, namun jika masih ada kerusakan ya nanti akan kami perbaiki,” terang Priyoko.

Namun saat dipertanyakan apa bener didesa ini ada proyek PTSL, dengan spontan kades yang duduk bersebelahan dengan kasi pembangunan tampak bermuka sinis tersebut menjawab dengan kata-kata yang sangat tidak sopan dan memalukan. (Ad)

 

 

 844 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *