Nagari Aia Manggih Kabupaten Pasaman Lakukan Gerak Cepat Penanganan Covid-19

Pasaman, JAPOS.CO – Terkait semakin merebaknya wabah virus Corona (covid-19) setiap nagari/desa dituntut untuk bisa bergerak cepat memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Regulasi  penggunaan Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19 telah dibuat dan diedarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Surat Edaran (SE) Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) No 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. SE ini diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2020.

Dalam pantauan Japos.CO di lapangan, Nagari Aia Manggih telah melakukan beberapa kegiatan. Menurut keterangan dari Pelaksana Tugas Sementara Nagari Aia Manggih Arif Afandi, diantara kegiatan yang telah dilakukan yakni, pendataan masyarakat yang pulang dari luar daerah yang masuk ke dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP). Saat ini yang tercatat sebagai ODP di Nagari Aia manggih ada sebanyak 100 orang.

Bagi orang yang dalam ODP tersebut dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, menjaga jarak (social distancing) dengan keluarga, dan menjaga asupan gizi.

Arif Afandi mengemukakan, di masjid-masjid juga telah dilakukan himbauan serta penyebaran pamflet berisikan tentang cara-cara pencegahan penyebaran virus Corona yang harus dilakukan, untuk penyemprotan disinfektan sendiri telah dilakukan sebanyak dua kali oleh tim relawan nagari.

Dalam persiapan penanganan selanjutnya, di tempat yang sama Sekretaris Nagari Febriana Riza menambahkan, tim relawan yang telah dibentuk Nagari Aia Manggis berjumlah 50 orang yang diketuai oleh Plt Wali Nagari Aia Manggih sendiri serta melibatkan seluruh unsur nagari dan bidan desa, untuk menjadi pengurus dan anggota dalam tim relawan ini dengan mitra kerja Babinsa, Kantibmas dan Pendamping Desa.

Febriana melanjutkan, dana yang dipersiapkan oleh Nagari Aia Manggih untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp 250 juta yang dialihkan dari tiga kegiatan fisik nagari.

Penganggaran tersebut direncanakan untuk beberapa kegiatan diantaranya pembuatan masker sebanyak 3.000 pcs, dengan bahan sesuai dengan aturan yang telah dibuat pemerintah, pembelian Alat Pelindung Diri (ADP) bagi relawan diantaranya sepatu boat, pakaian pelindung (mantel), sarung tangan plastik, kacamata, serta suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh relawan, persiapan paket sembako sebanyak 400 paket, pembelian disinfektan untuk disemprotkan yang dilakukan  sebanyak dua kali dalam seminggu yakni pada Selasa dan Jum’at di tempat-tempat umum.(If/Dms)

 780 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *