Korindo Sembiring Milala Meminta Pemkab Karo Mencari Strategi Penanganan Dampak Covid-19

KABANJAHE, JAPOS.CO – Epedemi yang sedang melanda belahan dunia telah melumpuhkan dunia usaha, agro wisata dan pertanian, yang mengakibatkan rakyat kecil menjerit kelaparan.

Demikian dikatakan Korindo Sembing Milala, Anggota DPRD Kabupaten Karo, Selasa (7/4/20). “Apakah pernah terpikirkan oleh pemerintah dampak dari virus Corona yang sungguh mengerikan ini? Saat ini kita dilanda rasa curiga, baik antar teman dan antar keluarga. Masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah, sementara bila mereka tidak keluar mereka tidak bisa memberi makan anak istrinya. Ini sungguh dilema yang sulit,” ujar anggota dewan dari Partai Gerinda ini.

Maka dari itu, Korindo meminta kepada Pemkab Karo, dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah Bupati, mencarikan strategi (jalan keluar) bagi warga Karo yang mengalami dampak dari adanya virus mematikan ini.

Korindo menambahkan bahwa bila pemerintah daerah tidak tanggap, maka satu bulan kedepan banyak masyarakat sakit karena kelaparan dan karena psikis (jiwa). Mereka pasti terganggu dengan adanya larangan untuk beraktivitas. Jadi sekali lagi saya tegaskan, jangan hanya bisa menghimbau tapi tidak bisa memberikan solusi kepada rakyat. Di daerah lain, Pemkabnya telah membagikan sembako untuk menolong rakyatnya agar terhindar dari kelaparan. Lha kita, apa upaya yang telah dilakukan pemkab untuk rakyatnya?” Korindo menegaskan.

Untuk itu, lanjut Pejuang Lingkar Sinabung ini, mari pikirkan kebutuhan hidup rakyat Karo yang kita cintai ini, jangan hanya pencitraan, semprot sana-sini saja, perut sejengkal manusia itu yang lebih diutamakan. “Apalagi kita tahu di tengah keluarga banyak anak-anak kecil yang belum mampu menahan lapar. Pikirkan, cari jalan keluarnya sebagai kepala daerah, kalau enggak mampu mencarikan solusi lebih baik mundur saja jadi pimpinan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua GBNN Karo Ronald Abdi Negara Sitepu SH MH juga angkat bicara terkait hal ini. “Covid-19 itu bukan hanya tentang berapa ODP, PDP dan positif. Dampak Covid 19 ini juga harus dipikirkan. Kasian para supir angkot, pedagang kaki lima, lansia dalam hal perekonomian, apa gebrakan bapak terkait itu,” tanyanya.

“Ada masyarakat membuat bilik sterilisasi, bapak permasalahkan standarisasinya, sedangkan bapak belum bahkan tidak mampu membuatnya. Seharusnya bapak mendukung dan memberikan pencerahan letak salahnya dimana. Ya, kalau tidak mampu lebih bagus mundur saja pak, anggap saja ini sebagai permintaan maaf bapak kepada masyarakat,” kritiknya.

“Kalau Bupati mau dan benar-benar memikirkan semua warganya, dana yang diajukan ke pusat untuk penanggulangan Covid-19 itu kan cukup besar, bisa dibelikan untuk beras dan kebutuhan sembako khususnya buat warga Karo yang kurang mampu. Kalau hanya digunakan untuk rapat dan nyemprot sana-sini saja, itu hal yang mubazir, karena saya menilai nyemprot aspal itu tidaklah begitu berarti untuk menangkal virus Corona,” tandasnya.(Jhonranes/Dapotan)

 436 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *