Kemendagri Minta Pemda Respon Cepat Tangani Pandemi Covid-19

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk dapat merespon dengan cepat penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Hal tersebut disampaikan Direktur PEIPD, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Budiono Subambang pada saat video conference, Selasa (7/4/20).

Menurutnya, pemda perlu melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing) dan atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai untuk meningkatkan kapasitas.

Beberapa hal yang menjadi fokus, penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup serta penyediaan jaring pengamanan sosial/social safety net.

“Pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi force majure yang mengancam keselamatan masyarakat Indonesia sehingga perlu direspon oleh stakeholder. Pemda jangan ragu-ragu untuk merevisi Perda tentang penjabaran APBD tahun 2020 tanpa ada melakukan revisi RKPD tahun 2020,” ungkap Direktur Budiono Subambang.

Pada saat mengikuti vidcon dengan Kemendagri RI, Kepala Bappeda Provinsi Kep Babel Fery Insani mengatakan, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sudah melakukan refocusing anggaran dengan memfokuskan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat atau program dan kegiatan yang outputnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah provinsi sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 31,8 miliar untuk kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19, sedangkan untuk jaringan pengamanan sosial, kami akan lakukan dengan sharing anggaran dengan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Terkait penyusunan dokumen perencanaan di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, menurut Kepala Bappeda Fery Insani, sedang dilaksanakan verifikasi Rancangan Renja Perangkat Daerah tahun 2021 yang dilaksanakan secara online dengan menitikberatkan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk musrenbang, sudah ada tiga kabupaten/kota di Bangka Belitung yang melaksanakannya, untuk provinsi rencananya akan dilaksanakan pada 20 April secara online atau virtual meeting, sesuai apa yang telah diarahkan oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.(Oby)

 116 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *