Proyek LPS Gebang Putih Terindikasi Menyimpang, DKRTH Tutup Mata?

Surabaya, JAPOS.CO – Paket pekerjaan bersumber dana APBD 2020 Kota Surabaya dengan kode Rup 23070640, lokasi LPS Gebang Putih, terindikasi menyimpang.

Dari pantauan Japos.co di lapangan, dalam pelaksanaan tidak terlihat standar layaknya kontraktor berkemampuan atau ahli pada bidangnya. Peralatan seperti mesin molen, stamper, genzet juga tidak terlihat.

Warga setempat ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan tersebut berkomentar, untuk mendapatkan karakteristik beton yang diharapkan sesuai dokumen kontrak terdapat mekanisme sendiri, campuran speci beton terdapat takaran/perbandingan bila mengacu pada PBI 1971 agar mendapatkan ketahanan sesuai spesifikasi yang diharapkan. Ini malah sebaliknya, proyek LPS lepas pengawasan dari dinas terkait.

Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) sepertinya melempem, tidak bekerja serius dalam memeriksa dan menilai hasil pekerjaan, bahkan tidak mempedomani spesifikasi yang terintegritas karena pekerjaan berjalan hingga dibayar sesuai kontrak.

Padahal dalam ketentuan Pasal 6 menyebutkan bahwa pengguna dan penyedia barang/jasa serta para pihak terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus memenuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara. Pasal 11 angka 1 huruf e menyatakan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki tugas pokok dan kewenangan untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak melalui Satker Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau. (LPS)-tanpa atap lokasi (LPS-Gebang Putih) Sukolilo senilai Rp 199.859.363 diduga melawan hukum dengan cara mensiasati kualitas dan kuantitas guna mempertebal saku rekanan. “Bahkan kontraktor tidak menyediakan mesin genzet guna kebutuhan aktivitas seperti arus listrik, namun diduga melakukan pengambilan sedapatnya,” ucap sumber tersebut.

Ditambahkan, dalam pelaksanaan seharusnya mematuhi UU No 14 tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik). Berbanding terbalik dengan proyek tersebut yang disinyalir asal jadi dan tanpa legalitas sehingga dapat dikategorikan sebagai proyek siluman. “Bahkan terindikasi banyak penyimpangan bila melihat secara detail,” sumber menandaskan sembari berlalu.(Junn)

 689 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *