Forkopimda Kabupaten Lahat Alokasikan Dana Rp 23,5 M Penanggulangan Covid-19

LAHAT, JAPOS.CO – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi masalah penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), bertempat di Offroom Pemkab Lahat, (7/4) sekira pukul 09.45 Wib.

Hadir di acara tersebut Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM, Dandim 0405/Lahat Letkol Kav Sungudi SH MSi, Kapolres Irwansyah SIK, Kajari Jaka Suparnak SH, Ketua Pengadilan Negeri Yoga Dwi Ariastomo Nugroho SH MH, Ketua DPRD Fitrisal Homizi ST, Sekda Januarsyah Hambali SH MM, serta lebih kurang 50 Organsisasi Perangkat Daerah (OPD) pemkab dan undangan lainnya.

Adapun isi rapat koordinasi (rakor) Forkopimda Lahat, menurut Wakil Bupati (Wabup) Lahat H Hariyanto SE MM MBA, yaitu harus mematuhi bersama aturan protokol kesehatan agar bisa terhindar dari Covid-19. Selain itu, Forkopimda juga telah mengalokasi anggaran dan sebesar Rp 23,5 miliar terkait penanganan virus corona ini.

Dalam rakor, akan menyalurkan bantuan untuk masyarakat Kabupaten Lahat yang terdampak Covid-19, yang rencananya akan menyediakan 9 bahan pokok. “Apabila keluar dari rumah, kita harus pakai masker. Disamping itu, kalau ada warga Kabupaten Lahat pulang dari zona merah harus diisolasi mandiri selama 14 hari,” terangnya.

Sementara Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH mengatakan, pihaknya akan melakukan pemasangan spanduk-spanduk terkait informasi tentang Covid-19 di titik-titik yang dapat dibaca oleh masyarakat, melakukan sosialisasi kepada tokoh-tokoh agama, pemuda, baik formil dan non formil, himbauan yang menjadi panutan dan didengar oleh masyarakat agar disiplin terhadap himbauan, serta melakukan patroli yang akan dilakukan 2 jam sekali.

Dijelaskan, bentuk sinergi TNI-Polri adalah untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul, serta bagi yang sakit atau tidak sakit diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak minimal 2 meter. “Jika situasi darurat maka kami akan melakukan patroli di objek vital bersama Anggota TNI, supaya kegiatan masyarakat berjalan lancar dan kondusif,” ungkapnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Ponco Wibowo SKM MKes mengakui, dari sekarang pihaknya memulai memakai masker untuk mencegah Covid-19.

Selain itu, juga akan dilakukan sosialisasi supaya memakai masker bersama, menjaga jarak dan disiplin mencuci tangan menggunakan sabun, sehingga diharapkan bisa mencegah Covid-19 di wilayah Lahat. “Kami akan terus memantau orang yang masuk ke Kabupten Lahat, kepada RT RW agar ikut memantau, dan diharapkan juga partisipasi semua pihak serta kesadarannya mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah,” imbaunya.

Selanjutnya Kadis Sosial Lahat menyampaikan, warga miskin baru yang terdampak Covid-19 pertanggal 30 Maret 2020 sebanyak 64.927 ribu jiwa. Sehingga paket sembako yang akan diserahkan bagi warga yang terdampak Covid-19 masih digodok, paket apa yang akan dibagikan.

Ditambahkan, untuk data warga miskin baru harus sampai ke desa, sementara sampai saat ini Gubernur Sumsel belum tahu paket sembako apa saja yang akan dibagikan kepada warga miskin baru itu.

Lain hal Kakamenag Lahat mengatakan, bagi umat muslim tetap menjalankan ibadah, tetapi harus diatur, sementara buka bersama dan takbir keliling ditiadakan, karena ini salah satu instrumen keagamaan untuk mencegah Covid-19, dan halal bihalal cukup melalui media sosial saja. “Perlu kami sampailan, ibadah sholat Jumat khusus di wilayah zona merah harus dipresing, demikian halnya masjid dekat jalan raya agar selalu waspada, sebab banyak pengunjung masjid datang dari luar Kabupaten Lahat. Bukan kita melarang orang sholat di masjid, tapi ini demi mencegah penularan Covid-19,” tegasnya.

Berbeda pula Dinas Perindag Lahat Iskandar MSi menyampaikan, untuk kondisi saat ini Pasar Lematan dan PTM masih beroperasi, namun para kades terpaksa menutup pasar kalangan untuk meredam masyarakat ke polosok Kabupaten Lahat.

Di lain sisi Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST mengatakan, saat ini Covid-19 menjadi bencana serius sedunia. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait wabah virus corona telah disampaikan oleh pemerintah pusat.

Karena itu, secara kelembangaan DPRD menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhui petunjuk protokol kesehatan, dan diharapkan pula yang sehat agar menggunakan masker, tetap di rumah, menjaga jarak (pysical distancing), jangan berkerumun, dan istirahat yang cukup. “Selain itu juga menghimbau saudara-saudara kita di perantauan untuk tidak mudik dulu ke Kabupaten Lahat, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi. Mari sayangi keluarga kita,” imbaunya.

Untuk pelaku bisnis, Fitrizal juga mengingatkan, khususnya kepada perbankan dan leashing agar melaksanakan Instruksi Presiden, termasuk pihak PLN agar menuruti aturan yang telah dibuat oleh Presiden Jokowi.

“Kepada Dinas Perdagangan, kita saat ini masuk panen, tolong dipantau harga gula, jangan sampai ada oknum yang mencari kesempatan. Dan untuk Disnaker juga harus memantau tenaga kerja yang dirumahkan, apa yang jadi haknya agar diberikan minimal kebutuhan terpenuhi.

Dandim 0405/Lahat mengatakan, anggaran yang dialokasikan pemkab harus tepat dan sesuai. Dandim juga menghimbau pemerintah agar setiap masyarakat yang keluar harus menggunakan masker dan terbatas. “Untuk alokasi dari anggaran disarankan untuk membeli masker, kalau bisa berdayakan UKM agar himbauan pemerintah lebih efektif, warga pendatang atau yang pulang kampung juga turut dipantau, sekaligus menghimbau agar jangan mudik dulu untuk pencegahan virus corona tidak sampai menyebar di Kabupaten Lahat,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Dandim, warga yang datang dari zona merah wajib dikarantina atau diisolasi mandiri, kalau ada ODP juga harus dikarantina.

Kejari Lahat Jaka Suparna SH MH mengatakan, sesuai instruksi presiden dikaitkan dengan instruksi Jaksa Agung, pihaknya turut berperan dalam citpa kondisi.

Ketua Pengadilan Negeri Lahat Yoga D Nugroho SH MH mendorong TNI, Polri dan Sat Pol PP untuk tetap melakukan patroli di wilayah Kabupaten Lahat guna pencegahan virus corona. “Ketersediaan sembako mohon untuk tetap dijaga. Guna mendukung itu, operasi pasar akan dilakukan, dan bagi yang kedapatan menimbun sembako akan diberikan hukuman,” tandasnya.(Mar/Jamal)

 289 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *