Cegah Covid 19, LMND Pandeglang Bagikan Hand Sanitizer di Zona Merah

Pandeglang, JAPOS.CO – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif (LMND) Kota Pandeglang Provinsi Banten, melakukan aksi sosial guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di Terminal Labuan, Senin (06/4) dengan cara membagikan hand sanitizer untuk para kru bus, penumpang, tukang ojeg dan lainnya yang berada di seputaran terminal.

“Penyebaran Covid-19 ini membuat kita merasa takut untuk terinfeksi sebab virus ini dalam waktu dekat bisa merenggut nyawa dan membuat kita merasa takut dan mengkhawatirkan banyak orang. Untuk itu kami melakukan aksi sosial dengan membagikan hand sanitizer di tempat terminal. Menurut kami ini merupakan langkah tepat sebab terminal salah satu zona merah sebagai tempat hilir-mudik masyarakat dari kampung ke kota dan dari kota ke kampung,” ucap Yudistira, Ketua LMND Pandeglang.

Selain itu, kata Yudistira, dengan semangat dan rasa gotong-royong dari kawan-kawan komisariat sehingga bisa memproduksi meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, kemudian membagikan hand sanitizer dan mensosialisasikan pencegahan Covid-19 di lingkungan terminal. “Prioritas utama kita adalah penumpang bus, karena selama ini masyarakat yang kerja di kota lalu pulang ke kampung menggunakan bus sangat sensitif terkena corona sebab daerah perkotaan yang paling rawan terkena,” ujarnya.

“Dalam aksi sosial ini, target kami yaitu sopir, kondektur, penumpang dan tukang ojeg di lingkungan terminal,” imbuhnya.

LMND berharap semoga langkah ini dapat mengantisipasi dan tidak adanya masyarakat yang terkena Covid-19.

Menurut data Dinkes Pandeglang per tanggal 5 April, ada sekitar 527 orang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan). “Dengan angka yang lumayan banyak tersebut diharapkan semua elemen bersatu dan bersolidaritas untuk pencegahan Covid-19,” katanya.

Maman, salah satu kondektur bus yang hendak berangkat, menyampaikan terima kasih kepada sekelompok mahasiswa yang punya rasa peduli saat situasi penyebaran corona yang begitu cepat sehingga membuat was-was masyarakat. “Kami pun yang mencari nafkah di angkutan ini terdampak juga saat ada corona, penumpang jadi sepi,” tuturnya.(Na2)

 1,180 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *