Proyek Saluran U-ditch Krembangan Besar Diduga Dikorupsi

SURABAYA, JAPAOS.COPekerjaan kontruksi tender pembangunan saluran U-ditch 80.100 + Gandar 5 ton lokasi Krembangan Besar Kota Surabaya dimenangkan oleh CV Abda Karya Mandiri dengan hasil negosiasi Rp.468.381.660,41 pada Dinas atau Satker Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan.
Hasil investibasi japos.co di lapangan dalam pelaksanaan terindikasi dicurangi, itu terlihat tidak sesuainya spec bahkan abaikan fakta integritas.

Persyaratan kualifikasi proyek U-ditch dibutuhkan SBU SI001 bersama PL004, bahkan meminta memiliki kemampuan dasar, namun tidak tercantum nilai pengalaman pernah mengerjakan pada bidangnya.

Ketika wartawan japos.co menanyakan prihal pelaksanaan proyek U-ditch Krembangan Besar kepada salah satu warga yg tak mau disebutkan namanya berkomentar, bahwa proyek tersebut diduga tidak sesuai spek yang sudah ditentukan, itu terlihat dari, kwalitas, kuantitas, volume pekerjaan disiasati guna mencari keuntungan sebesar besarnya.

Fakta lapangan seperti pekerjaan pendahuluan
1.Persiapan dan Sewa Direksi Keet 1 buah tidak terlihat
2.Pas. Rambu-rambu Pengaman + Lampu Warning Light jmlh 1 buah tidak dilakukan
3.Pembuatan Blowplank 19 titik tidak dilakukan
4. Angkutan Tanah Keluar Proyek
5.Penebangan/Pencabutan akar pohon
6.Tiang Penyangga Utilitas 3 buah
7.Sandbag atau Kisdam
8.Kondisi pada saat pelaksanaan tidak dalam keadaan kering pemasangan U-ditch kondisi berair tidak melakukan pengurasan dngan Alkon
9.Urukan sirtu padat bawah U-ditch sejumlah 162 setebal 10 cm tidak dilakukan sepanjang STA 0+00 s/d STA 0+200 tdk telihat Volume 69,96 M3 dan tidak dipadatkan.
10.Pemasangan pipa air 4″ sejumlah 22 buah tidak dilakukan.

Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 pada Pasal 89 ayat (2a) yang menyatakan bahwa pembayaran untuk pekerjaan konstruksi dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang ucapnya sambil berlalu dari lokasi.

Terkait prihal pekerjaan saluran dugaan dikorupsi, ketika diminta pendapat LSM “WAR” (Wadah Aspirasi Rakyat) Zainal Abidin, ST, menurutnya bahwa kerugian negara pada anggaran APBD 2020 saat telah dibayarkan keseluruan, padahal pekerjaanya tidak sesuai apa yang jadi akhir harapan. bila terjadi kejanggalan atas temuan lapangan kita siap melaporkan kepada pihak terkait ujarnya.

Pihak Dinas PPHP, berinisial DMS ketika dikonfirmasi via WA, tak ada balasan hingga berita diturunkan. (Junn)

 584 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *