Peringati Hari Jadi Kabupaten Pandeglang, Demo Sekelompok Mahasiswa Dibubarkan Aparat

Pandeglang, JAPOS.CO – Di tengah adanya himbaun sosial distancing juga larangan berkumpul untuk mencegah wabah Covid-19 dan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-146, sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu (AMPB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor bupati, Rabu (01/04/2020).

Dalam aksi unjuk rasa (unras) kali ini, AMPB melakukan mosi tidak percaya, menuding selama ini eksekutif dipimpin oleh Irna dan Tanto juga legislatif, serta yudikatif tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan dinilai gagal.

Muklas, Korlap Aksi saat berorasi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak bisa menuntaskan masalah kemiskinan dan pengangguran karena angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Kabupaten Pandeglang menempati posisi tertinggi se Provinsi Banten.

“Selain kemiskinan dan pengangguran yang tinggi di Kabupaten Pandeglang, kita juga dihadapkan pada masalah belum meratanya pendidikan, kurangnya pelayanan kesehatan dan buruknya infrastruktur. Tiga sektor yang belum merata tersebut mengakibatkan perekonomian Kabupaten Pandeglang tidak bisa berkembang dengan cepat,” lanjutnya.

Selain persoalan itu, kata Mukhlas, banyak juga kebijakan pemerintah daerah yang tidak pro rakyat. Akuntabilitas kinerja legislatif, eksekutif, dan yudikatif tidak sesuai dengan tupoksi yang tidak memiliki arah dan tolak ukur yang jelas.

“ASN Kabupaten Pandeglang ada kecenderung untuk memperkaya diri, wajar jika kami berikan raport merah dan menyatakan pemkab gagal pimpin Pandeglang selama ini,” tuding Muklas.

Ditambahkan Entis Soemantri, Irna-Tanto sebagai pemimpin Pandeglang yang mencanangkan maritim bisnis, wisata bisnis, dan agro bisnis hanya isapan jempol. Karena hingga saat ini, program itu tidak nampak dan hanya membuat masyarakat kecewa.

“Pemangku kebijakan telah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Karena dengan berbagai alasan, diantaranya masih banyak warga yang kurang mampu belum merasakan kesejahteraan, pelayanan kesehatan belum dirasa maksimal oleh masyarakat, serta masalah sosial lainnya,” ocehnya.

Namun saat aksi baru berjalan beberapa menit saja, Satuan Intel Polres Pandeglang datang ke lokasi membubarkan aksi mahasiswa tersebut.(NA2)

 841 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *