Pemprov Harapkan Tokoh Agama Islam Berikan Pemahaman Terkait Penangangan Covid-19

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajak tokoh agama Islam di Kepulauan Babel dapat memberikan ketenangan dan pemahaman di tengah masyarakat, terkait peran pemerintah dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Kepulauan Babel.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepulauan Bangka Belitung Naziarto yang memimpin rapat mengatakan, peran tokoh agama sangat diharapkan untuk memberikan ketenangan umat Islam, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hal itu dibahas dalam rapat bersama tokoh agama Islam se-Bangka Belitung berlangsung di Ruang Pasir Padi kantor Gubernur Kep Bangka Belitung, Rabu (01/04/20).

Hal itu dimaksudkan mengingat sekarang ini ada keresahan di tengah umat Islam, yaitu sejak pencegahan penularan Covid-19 di Babel, pemerintah melarang umat Islam beribadah di masjid namun belum dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat. Karena di daerah masih ada tidak mengindahkan hal itu, sehingga perlu dilakukan kesepakatan bersama, guna memberikan ketenangan di tengah masyarakat.

Menurut Sekda Naziarto, rapat konsolidasi (rakor) yang digelar untuk menemukan jalan terbaik khususnya bagi masyarakat Bangka Belitung dan umumnya Indonesia guna mencegah mewabahnya Covid-19 tersebut.

“Masalah Covid-19 sudah sangat luar biasa, kita saat ini dalam kondisi yang sangat cemas tetapi kita tidak boleh panik. Karena kalau kita cemas kita masih bisa berikhtiar, tapi kalau sudah panik susah untuk berikhtiar. Hari ini kami mohon masukkan dari bapak ibu sekalian sebagai tokoh masyarakat dan pemimpin umat untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat agar mendukung atas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sekda Naziarto menjelaskan, tingkat darurat di Provinsi Kep Babel memang sebelumnya masih pada posisi hijau, namun saat ini telah menjadi kuning, menuju merah, setelah ada dua pasien PDP yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Untuk kelangsungan hidup umat beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung konteksnya dengan ritual keagaaman masing-masing sudah pahami semua, minta pandangan dari bapak-ibu sekalian, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah Covid-19 ini,” katanya.

Peserta rapat yang hadir diantaranya Sekda Provinsi Kepulauan Babel, Kanwil Kemenang, MUI,PW NU, PW Muhammadiyah, Baznas, LPTQ, PW IPHI, DPW LDII, PW Muslimat NU, PW DMI, PW Aisyiyah, dan DPW SI.

Dalam rapat, peserta telah memberikan pendapatnya masing-masing, sehingga menghasilkan kesepakatan.

Kesepakatan ormas-ormas Islam, Kanwil Kementerian Agama dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sebagai berikut:

  1.  Pada hari ini, Rabu (01/04/20) kami yang bertanda tangan di bawah ini menyikapi, telah berubahnya kondisi penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepulauan Babel dari zona hijau menjadi zona kuning membuat kesepakatan sebagai;
  2. Pelaksanaan sholat Jumat di wilayah Prov Kep Bangka Belitung merujuk pada Fatwa MUI No 14 tahun 2020, maka sholat Jumat untuk sementara waktu tidak dilaksanakan secara berjamaah di masjid, tetapi diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing sampai dengan kondisi normal yang diumumkan oleh Pemprov Kepulauan Babel.
  3. Untuk sholat lima waktu tidak dilakukan di masjid secara berjamaah, tetapi azan tetap dikumandangkan sebagai tanda waktu sholat.
  4. Agar umat Islam tidak ragu–ragu untuk mengikuti imbauan dari pemerintah, karena segala sesuatunya sudah melalui kajian yang melibatkan para ulama dan umara.
  5. Dengan ditandatangani kesepakatan ini, maka kesepakatan MUI dan ormas Islam tanggal 30 Maret 2020 No 3 poin a dan b, dinyatakan tidak berlaku lagi, Pangkalpinang, 7 Syakban 1441 Hijriah atau 1 April 2020.

Sekda Naziarto merasa senang, sehingga diharapkan dengan kesepakatan ini umat Islam menjadi tenang, sehubungan selama ini menjadi permasalahan di dalam penanganan Covid-19.

“Ada dua hal menjadi keresahan masyarakat kemarin dalam beribadah. Dengan adanya kesepakatan MUI dan ormas Islam yang lama membolehkan sholat Jumat dan sholat wajib lainnya berjamaah dan dua hal tersebut tidak diperlakukan lagi,” tandasnya.(Oby)

 240 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *