Pemkab Pasaman Terkesan Anaktirikan PMI

Lubuk Sikaping, JAPOS.CO – PMI Kabupaten Pasaman saat ini tak bisa berbuat banyak, apalagi di tengah bencana seperti ini, pasalnya PMI Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, yang menjadi garda terdepan dalam berbagai kegiatan bencana dan kemanusiaan untuk tahun 2020, tidak lagi mendapatkan dana hibah dari pemkab.

Sebagaimana diketahui, untuk pendanaan organisasi kemanusiaan seperti ini telah diatur dalam Pasal 30 Undang-undang Kepalangmerahan Indonesia pada ayat 1 dan 2, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap PMI.

Namun ironisnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman sendiri, untuk tahun 2020 sama sekali tidak dianggarkan tanpa alasan yang jelas.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan Kepala Markas PMI, Ferhady yang dikonfirmasi Japos.Co menyampaikan, di setiap kegiatan, PMI selama ini menerima dana hibah dari pemerintah daerah yang diperuntukkan menjalankan kegiatan PMI, seperti halnya kabupaten dan kota di daerah lain untuk menjalankan program-program yang telah dirancang sebelumnya.

Namun untuk tahun ini, dirinya mengakui tak ada penganggaran dana hibah dari pemkab, kendati sebelumnya sudah diusulkan. Ferhady hanya berharap semoga dalam anggaran perubahan bisa dimasukkan kembali.

“Pada tahun 2017 PMI mendapatkan hibah sebanyak 50 juta rupiah, pada tahun 2018 sebesar 120 juta rupiah dan pada tahun 2019 sebesar 150 juta rupiah. Dana inilah yang dipergunakan PMI untuk menjalankan kegiatan kemanusiaan setiap tahunnya seperti halnya dalam penggalangan darah dan kegiatan bencana. Di tahun ini PMI telah membentuk cabang di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman dan mendorong PMR di sekolah-sekolah agar melakukan kegiatan penyuluhan dan pendataan calon-calon donatur darah baru,” sebutnya, (31/03/20).

Staf Bidang Umum PMI Kabupaten Pasaman Rody juga mengatakan, di tahun ini akan ada beberapa kegiatan besar yang diadakan PMI, seperti Jumpek 4 Tahunan PMI, serta ulang tahun PMI dan program lain seperti penyediaan paket kebutuhan untuk korban bencana. Namun dengan kejadian ini sepertinya kegiatan akan sulit untuk direalisasikan.

Menurut Rody, menghadapi bencana virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda, saat ini PMI Kabupaten Pasaman tetap mengambil peran aktif dalam upaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus mematikan tersebut, dengan melakukan penyemprotan di berbagai tempat.

“Saat ini PMI hanya mempunyai 1 alat yang dipergunakan untuk penyemprotan desinfektan dan alat pelindung diri seadanya, dan dengan membeli mantel plastik yang dijual di pasaran dengan harga 10 ribu per pcs,” sambungnya.

Banyak pihak yang menyayangkan tindakan Pemkab Pasaman, namun sampai saat ini belum ada penjelasan dari Bupati Pasaman terkait penghapusan dana PMI di tahun 2020. Padahal beberapa kegiatan telah dilakukan PMI seperti penggalangan darah pada bulan Januari kemaren.

“Untuk organisasi seperti PMI sudah sepatutnya pemerintah daerah memberikan dukungan dana untuk bergeraknya roda organisasi tersebut, mengingat kehadiran PMI cukup dibutuhkan terutama dalam menyediaan darah dan penanganan bencana, apalagi dalam situasi wabah saat ini,” pungkasnya.(Tim)

 651 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *