Tak memiliki Izin, Tambang Galian C Petapahan Tetap Beroperasi, Pemilik Tambang Diduga Kebal Hukum

Pekanbaru, JAPOS.CO – Kegiatan penambangan galian C Ilegal terindikasi tidak punya izin seolah-olah kebal hukum, sehingga kegitan galian C selama ini tetap berjalan dengan aman tanpa ada rasa cemas sedikitpun.

Tambang galian C tersebut nekat beroperasi meski belum mengantongi izin penambangan dari Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Riau.

Dari pantuan Japos. Co, tambang Galian C ini berlokasi di Kampung Mandailing RT 23 Dusun lV Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar ini, diduga milik seorang warga Desa Petapahan yang bermarga Panggabean atau biasa dipanggil Gabe.

Diketahui tambang ini sudah lama beroperasi dan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya.

Menurut informasi yang dihimpun Japos.co, Gabe sudah puluhan tahun menjadi pengusaha Tambang Galian C tersebut padahal BELUM mengantongi izin.

Gabe memulai usahanya tersebut  dari Nol hingga saat ini Gabe diduga sudah memiliki 3 unit Escavator, 1 unit Truck Trado, 1 unit Pick up GrandMax, 1 unit mobil Avanza, dan sejumlah angkutan Dump Truck yang diduga hasil dari usaha tambang galian C tersebut.

Meskipun terus disorot dan telah menjadi polemik di tengah masyarakat, namun penambangan galian C milik Gabe yang diduga tak berizin alias Ilegal ini tetap bisa  beroperasi di daerah Tapung.

Sementara saat dikonfirmasi Gabe mengatakan bahwa Izinnya sedang diurus oleh seseorang. Ia tidak mau memberitahukan pihak yang sedang mengurus izin usahanya tersebut.

“Kami sedang mencari makan, Pak, kalau masalah izin, sedang diurus,” kata Gabe.

Berdasarkan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Milyar.

Selain izin IUP dan IPR, pengelola juga harus memiliki izin khusus penjualan dan pengangkutan sesuai Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009.

Pengelola pertambangan termasuk galian C berdasarkan Pasal 96 UU No 4 Tahun 2009 memiliki 5 kewajiban diantaranya pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan pasca tambang.

Sebelumya, Tambang Galian C milik Gabe ini sudah pernah dilaporkan oleh awak media ke Dirkrimsus Polda Riau pada tahun 2018 lalu secara tertulis, namun hingga saat ini tidak kejelasan status laporan tersebut.

Hal ini patut dipertanyakan, sehingga Gabe pemilik tambang galian C diduga kebal terhadap hukum provinsi Riau.(AH) 

 

 

 932 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *