Developer Perumahan 3 Raksa Vew Dilaporkan ke Polisi

Kabupaten Tangerang, JAPOS.CO – Perusahaan pengembang Perumahan Tigaraksa View yang menjual kavling komersil siap bangun yaitu PT Nusantara Sakti Propetindo resmi dilaporkan ke Kepolisian dengan nomor laporan LP/354/K/III/2020/Resta Tangerang pada tanggal 20 Maret 2020 oleh Ranop Patuan Rico Siregar salaku Kuasa Hukum salah seorang konsumen yang merasa kecewa dan tertipu atas pembelian lahan yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Adapun pasal yang dilaporkan yaitu pasal Penggelapan dan Penipuan 372 KUHP dan 378 KUHP.

Kepada wartawan, Ranop Patuan Rico Siregar membenarkan laporan tersebut. “Kita sudah melakukan somasi ke pihak PT Nusantara Sakti Propetindo selaku pengembang dan tidak ada tanggapan,” sebutnya.

Wallington selaku konsumen yang sudah memesan satu unit kavling siap bangun dan sudah melakukan pembayaran dengan menyicil sebanyak 38 kali (3 tahun) pembayaran dari jumlah yang semestinya yaitu 96 kali cicilan (8 tahun) dengan jumlah cicilan sebesar Rp 4.990.885 perbulan ditambah lagi dengan uang muka sebesar Rp 20 juta yang sudah dibayarkan, merasa kecewa dengan pelayanan pihak PT Nusantara Sakti Propetindo.

“Kenapa saya mau membeli kavling ini, karena dulu dijanjikan oleh salesnya bahwa pada tahun ke 3 kita sudah bisa membangun, namun kenyataanya sampai saat ini tidak ada progres apa-apa yang terlihat di lokasi, yang ada Cuma semak-semak seperti tanah tak bertuan, tidak terlihat seperti lokasi proyek pada umumnya akan dibangun perumahan, bahkan tidak ada aktivitas apa-apa di lokasi,” bebernya.

Lebih lanjut menurut Wellington, yang membuat dirinya ragu untuk melanjutkan pembayaran cicilan untuk kavling siap bangun Tiga Raksa View di yaitu Blok F1 No 10 dengan luas tanah 150 meter, selain tidak adanya progres pembangunan di lokasi yang akan dijadikan perumahan, juga adanya pernyataan dari karyawaan PT Nusantra Sakti Propetindo yang menyebutkan bahwa manajemen Nusantara Sakti Propetindo sempat vakum (tidak ada aktivitas apa-apa) selama satu tahun. “Lantas kalau nanti setelah kami selaku konsumen sudah melaksanakan kewajiban dengan mencicil sampai lunas, tiba-tiba perusahaannya bubar, kemana kami akan menuntut?” ujarnya khawatir.

Adapun jumlah uang yang sudah disetorkan oleh Wellington sudah mencapai kurang lebih Rp 209.653.630 dengan rincian 38 x cicilan sebesar Rp 4.990.885 ditambah dengan uang muka Rp 20 juta.

Di dalam Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. jelas disebutkan bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.

Namun Wellington sama sekali tidak mendapatkan haknya sebagai konsumen, bahkan uang yang sempat disetorkan ke PT Nusantara Sakti Propetindo hangus dan akan menjadi hak milik perusahaan sepenuhnya. Hal ini jelas terlihat dalam poin perjanjian pengikatan jual-beli.

Dari hasil pantauan wartawan di lokasi yang akan dijadikan perumahan, tidak ada sama sekali kegiatan.(Bung)

55 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *