Ketua Projamin dan Ahli Waris Keberatan Atas Pencabutan Perkara di Polsek Tapung Hilir

Kampar JAPOS.CO – Profisional Jarigan Mitra Negara Pro Jokowi-Mak’ruf Amin (Projamin) selaku pemegang kuasa ahli waris Herlinawati, Pendi Ahmad, Sarah dan Yurniwati mengaku kecewa atas pencabutan perkara yang telah masuk dalam pemeriksaan di Polsek Tapung Hilir Polres Kampar.

Terkait hal ini, Kapolsek Tapung Hilir AKP Asep Rahmat SH yang diklarifikasi langsung oleh Nurhayati, Ketua Projamin Kabupaten Kampar selaku kuasa ahli waris, pada Minggu (22/3/2020) sekira pukul 12.44 Wib, menyarankan agar ketemu dengan Kanis Penyidik. “Ibu Nurhayati, silahkan ketemu sama Kanit dan Penyidik saya di kantor,” kata Nurhayati menirukan Kapolsek.

Padahal, sesuai anjuran Penyidik melalui telepon seluler satu hari sebelumnya, pada Sabtu (21/3/2020) Nurhayati sebagai kuasa ahli waris bersama ahli waris Pendi Ahmad, Sarah dan Herlinawati telah mendatangi mapolsek untuk dimintai keterangan oleh penyidik Brigadir Hendrik Sianturi.

“Saya akan membuat surat panggilan, saudara Herlinawati agar hadir pada tanggal 21 Maret 2020, kata penyidik waktu itu,” terang Nurhayati.

Karena merasa tidak tepat janji, Ketua Projamin Nurhayati dan ahli waris mengaku sangat kecewa, kerena Brigadir Hendrik Sianturi tidak berada di Mapolsek Tapung Hilir saat mereka datang. Dihubungi melalui ponsel juga tidak mau mengangkat.

Tidak sampai disitu, Nurhati bersama ahli waris dari alm Abas, menunggu hingga 5 jam di Mapolsek Tapung Hilir, Brigadir Hendrik Sianturi tak kunjung datang sehingga menurut mereka pelayanannya benar-benar tidak memuaskan, karena apa yang dijanjikan terhadap ahli waris Herlinawati, tidak dilaksanakan.

Berselang kemudian, Kanit Res Ipda Hendro Wahyudi memanggil kuasa ahli waris Nurhayati untuk menyampaikan posisi permasalahan perkara penggelapan sertifikat tersebut. “Soal perkara penggelapan sartifikat atas nama alm Abas No STPL/16/III/2020/RIAU/RES KPR/SEK TAPHIL, telah berdamai, yaitu antara pihak pelaku IR, NG, LY, SS, dan korban (Abdullah) pada malam Sabtu (21/3/2020),” sebut Ipda Hendro Wahyudi kepada Nurhayati dan para ahli waris.

Sementara Brigadir Hendrik Sianturi dalam sambungan seluler dengan Nurhayati menyebutkan, kalau seperti itupun tidak akan bisa tanpa ada tandatangan pada naskah perdamain dan pencabutan perkara oleh keseluruhan ahli waris,” sebut Sianturi kepada Nurhayati.

Mengetahui hal itu, Nurhayati selaku pemegang kuasa ahli waris Herlinawati, Pendi Ahmad, Sarah, dan Yurniwati sangat kecewa atas pencabutan perkara No:STPL/16/III/2020/RIAU/RES KPR/SEK TAPHIL, dan meminta kepada Kapolsek Tapung Hilir AKP Asep Rahmat SH dapat menindaklajuti kembali permasalahan penggelapan sartifikat atas nama alm Abas itu.(Inur)

 569 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *