Harga Sembako di KKU Naik Tinggi, Pedagang Keluhkan Isu Corona

Kayong Utara, JAPOS.CO – Harga kebutuhan pokok di pasar Melano, Kayong Utara Kalimantan Barat mengalami kenaikan yang tinggi. Produk seperti gula pasir, minyak makan kiloan, cabe kering, dan sayur mayur mengalami peningkatan harga sebesar 70 sampai 80 persen dari hari biasa.

Ditingkat pedagang, harga biasa gula pasir per kilogram, 12 ribu menjadi  20 ribu, cabe kering dari 70 ribu menjadi 170 ribu, minyak goreng kiloan dari, 14 ribu menjadi 20 ribu,  belum lagi harga sawi, bayam, kol, cabe rawit dan sayur mayur lainnya.

Kenaikan ini dikeluhkan oleh beberapa pedagang rumah makan atau warung kopi. Sebab, harga jual dagangan mereka tidak mengalami kenaikan. Sementara untuk menyesuaikan harga jual, mereka masih mempertimbangkan.

“Untuk harga seperti biasa saja pengunjung warung makan saya, sejak seminggu ini turun drastis. Biasanya nasi seukuran sekali masak 4 kilo udah abis jam 11 siang,   sampai sekarang belum separo nasi terjual,” kata Elman, pemilik warung makan padang di jalan Tanjungpura Sukadana.

Dia mengakui, kemungkinan sejak ada kasus pendemi corona, jumlah pengunjung baik warung makan atau warung kopi (warkop) jadi berkurang. “Pengaruhnye besar, orang mungkin jadi takut tertular corona, biasanya sejak buka jam 7, warung udah ramai, ini sangat sepi, ” kata Made pemilik warkop depan tugu durian Sukadana.

Wakil ketua DPRD KKU, M Abas, SY menghimbau agar masyarakat bersikap seperti biasa dalam persoalan corona. Dia mengharap agar tidak perlu panik, selalu mengikuti anjuran pemerintah tentang mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Lakukan sebagaimana anjuran pemerintah mengenai penanganan corona, menjaga kebersihan diri,lingkungan dan selalu mencuci tangan, kemudian sedapat mungkin mengindari keramaian,” jelas politikus Hanura itu.

Menyangkut kenaikan harga kebutuhan dapur, Abas meminta agar dinas perdagangan untuk mengecek dan melakukan langkah kongkrit dengan melibatkan instasi terkait untuk menjaga kestabilan harga-harga sembako.

“Dinas Perdagangan harus pantau dan lakukan langkah seperti operasi pasar guna menekan harga sembako,” tambah Abas.

Dia mengharap agar pedagang tidak memanfaatkan isu corona sebagai alasan untuk memainkan harga apalagi menimbun barang yang kemudian menjual dengan harga tinggi. “Jika itu ditemukan, dapat dipastikan kepolisian akan menindak tegas,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kadis Perdagangn KKU, Edwin Sudrajat mengatakan anggaran untuk melakukan kegiatan operasi pasar sudah tersedia di dinasnya, namun untuk melakukan langkah operasi pasar, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan bulog.

“Sekitar bulan depan kami akan operasi pasar, sekaligus dalam rangka kegiatan menyambut bulan puasa, “terangnya.

Dia membenarkan ada kenaikan pada beberapa produk barang sembako, seperti gula pasir, tetapi kenaikannya bukan karena wabah corona tetapi karena kebijakan pemerintah pusat tentang pelarangan beberapa produk impor yang didalamnya termasuk gula pasir. (Dins). 

 

 

 504 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *