Jalan Sumpur Kudus Rusak Berat, Puluhan Lubang Maut Mengintai                               

Sijunjung, JAPOS.CO – Jalan Sumpur Kudus sepanjang 18 km di kawasan lantik Aur Kuning sejak empat bulan lalu kondisinya sangat memprihatinkan.

Puluhan lubang maut mengintai setiap pengendara. Sedangkan jalan itu merupakan jalan ekonomi untuk mengangkut hasil bumi dan hasil perkebunan masyarakat pada lima Nagari di Sumpur kudus bagian Utara.

Pantauan Japos.co dilapangan jalan tersebut sangat memprihatinkan ,dimana dibeberapa titik jalan ditemui adanya lubang yang mengangga, belum lagi longsor yang menimbun badan jalan.

Herni Komajo salah seorang tokoh masyarakat yang juga menjabat ketua Forum BUMNag Kabupaten Sijunjung ketika ditemui Japos.co di Sumpur Kudus menyebutkan jlan sepanjang 18 Km dari Tanjuang labuah ke Simpang Empat Sumpur Kudus disebut-sebut akan diperbaiki sejak tahun 2018 lalu.

Bahkan empat orang anggota DPRD Kabupaten Sijunjung dapil satu (1) menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada anggaran Rp.16 milyar untuk perbaikan jalan tersebut.

”Namun kenyataannya,pengerjaan jalan hingga saat ini tidak pernah terlaksana, jangankan merehabilitasi perawatan berat, merambah kiri kanan jalan yang sudah ditumbuhi rumput sejak tahun 2019 sampai saat  ini tidak terlaksana, “jelasnya.

“Tiap tahun, kami masyarakat Sumpur Kudus selalu diberi janji kalau jalan yang rusak akan diperbaiki, tapi itu hanya janji saja, kenyataannya sampai saat ini jalan tersebut semakin parah dan hancur, ” lanjut Herni Komaja yang juga menjabat sebagai Direktur BUMNag Sumpur.

Menurut Herni, walaupun ada jalan alternatif seperti jalan Lantik Kajai yang telah menghabiskan dana puluhan miliaran rupiah, tapi pengerjaannya tidak bagus seperti yang di harapkan masyarakat, selain tanjakan cukup tinggi, pinggir bahu jalan tidak dibangun sehingga kendaraan truk yang mengangkut hasil komoditi masyarakat tidak bisa lewat pada jalan yang pengerjaannya diduga asal jadi.

Can masyarakat Sumpur Kudus juga menyebutkan sejak dilakukan pengaspalan beton jalan Lantiak  Aur Kuning tahun sembilan puluhan yang lalu, hingga saat ini tidak pernah dilakukan perawatan berat, kecuali membuang tanah ketika terjadi longsor akibat hujan.

“Kini keadaan jalan semakin rusak parah,puluhan lobang mengangga akibat badan jalan longsor dan terban, sepertinya jurang mengintai maut siap menanti,jika turun hujan cukup lebat jalan dikawasan Kelok Kapal Tabang bakal putus,kerena pada kiri kanan jalan dikawasan telah genting,jika hal itu terjadi akan lumpuh lah perekonomian masyarakat Sumpur Kudus dan sekitarnya, ” ungkapnya.

Sementara informasi yang dihimpun Japos.co di lokasi, bahwa sumber perekonomian masyarakat pada Lima Nagari sealiran Batang Sumpur,selain pertanian padi, sawah hasil utamanya karet, coklat, pinang, sawit serta hasil hutan lainnya.

“Dibidang kerajinan para remaja dan ibu rumah tangga rajin bertenun yang menghasilkan kain songket yang bagus dan berkualitas tinggi yang pemasarannya telah menembus sampai ke Ibukota Jakarta,” tutupnya.(Dms)

 748 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *