Siswa Dipungut Rp 35 Ribu, Kadisdik Samosir Panggil Kepsek

Samosir, JAPOS.CO – Alasan tidak dapat ditampung pada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), siswa SD (Sekolah Dasar) di Samosir dipungut Rp35 ribu per siswa untuk biaya pembelian sampul raport. Dinilai tidak masuk akal, pungutan itupun menuai protes dari orangtua siswa.

Rimbun Gultom, salah satunya orang tua siswa mengaku aneh karena tidak sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan pemerintah. “Per siswa diminta Rp35 ribu untuk pembelian sampul raport, sementara untuk buku tulis siswa saja bisa dibelikan oleh pihak sekolah dari dana BOS,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Dalam WhatsApp nya juga Rimbun menuliskan: “Apakah hanya di Kabupaten Samosir? Ganti sampul raport SD program dari Dinas Pendidikan diwajibkan berbiaya Rp 35 ribu.”

Sementara orang tua siswa lainnya, Mangiring mengatakan hal tersebut menurutnya cukup membebani, terutama bagi para orang tua siswa yang kurang beruntung secara ekonomi.

“Secara pribadi saya tidak menjadi masalah, tapi bagi orang tua siswa lain cukup terbebani, terlebih adanya iuran itu. Dan perlu saya tegaskan, yang menjadi persoalan disini bukan sekedar Rp35 ribunya, tetapi secara aturan itu boleh atau tidaknya, ini kan tidak ada penjelasan dari pihak sekolah,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Samosir Rikardo Hutajulu kepada Japos.Co mengatakan bahwa pungutan yang dilakukan di sekolah tersebut tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan. “Sesuai hasil investigasi dari Dinas Pendidikan, kami sudah panggil kepala sekolah nya dan memberikan surat teguran,” jelas Rikardo.(Pardiman Limbong)

 407 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *