As, Pengusaha Listrik Diduga Catut Kebijakan Bupati KKU

Kayong Utara, JAPOS.CO – Program listrik desa (lisdes) yang digagas Bupati Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat, Citra Duani bagi desa terpencil disebut oleh aktivis LSM sudah dimanfaatkan oknum pengusaha sebagai ladang mencari keuntungan pribadi.

Sebagai salah satu janji kampanye pasangan yang dilantik tahun 2018 itu, Citra Duani berharap agar wilayahnya terbebas dari kegelapan akibat ketiadaan pasokan listrik. Namun, cita-cita baik mantan PNS itu digarap pengusaha dengan cara keliru.

Pasalnya, dengan lihai pengusaha berinisial AS memanfaatkan momentum perkenalannya dengan Bupati Citra Duani untuk menekan aparat desa mengikuti keinginannya sebagai penyedia jaringan listrik di desa terpencil.

“Si AS ini tipikal pengusaha cerdas, menggunakan pejabat publik untuk memasukkan proyeknya,” sebut Suryadi, dari LSM Peduli Kayong lewat pesan singkat.

Dia menyebutkan, dengan bendera usaha PT Raja Intan Elektrikal (REI), sebagai direktur, AS memaksa para kepala desa (kades) untuk membeli instalasi listrik dari perusahaannya walaupun jika disandingkan dengan harga sebenarnya di pasaran, harga yang dibandrol oleh PT RIE jauh lebih tinggi.

Dari penelusuran Suryadi bersama LSM Gasak ke beberapa desa di Kayong Utara, pola menjual nama bupati oleh AS ini sebagai pemicu beberapa kades sedikit terperangkap dan mengikuti kemauannya.

“Bahkan sudah ada beberapa desa yang telah menganggarkan dan membayar ke AS untuk membeli Kwh listrik, namun ditemukan para perangkat desa pun kecewa atas kualitas barang dari PT RIE ini, sebab antara harga dan jenis sudah kurang sesuai,” sebut Suryadi.

Dari rekam jejak AS, perusahaanya bergerak spesialis pada barang-barang elektronik. Ditemukan, PT RIE juga pernah mendapatkan proyek dari Pemkab Ketapang sebagai pemasok pengadaan alat pemadam kebakaran dinas Pemkab Ketapang yang diduga juga bermasalah.

“Pola usahanya memang menyisir para aparatur desa, terutama desa yang minim informasi dan akses komunikasi, sebab dia paham bahwa desa mampu membayarkan menggunakan DD atau ADD,” imbuhnya.

Akibat usaha catut nama pejabat ini, ratusan juta uang telah masuk ke rekening PT RIE, sehingga beberapa desa yang menggunakan produknya mengeluhkan bahkan menyebut bahwa pengusaha ini tidak bisa lagi dijadikan mitra.

Terkait itu, Aktivis meminta untuk membersihkan nama baik Bupati Citra Duani yang sempat terseret dan disebut telah menerima sesuatu atas pekerjaan AS di KKU.

“Rasanya tidak mungkin bupati menerima seperti yang pernah diisukan, ini murni kelakuan AS sendiri yang catut nama bupati. Kasihan juga para aparatur desa, kami harap aparat hukum memeriksa dia (AS) agar kasusnya terang-benderang,” pungkasnya.(Dins)

 718 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *