Keluarga Korban Ijazah Palsu Datangi Kajari Dorong Lakukan PK

Jakarta, JAPOS.CO – Puluhan keluarga korban ijazah palsu Sekolah Teologi Tinggi Injili Arastamar (STT Setia) datangi Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (16/3).

Kedatangan tersebut bertujuan mendorong Kejaksaan Negeri melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas informasi diterimanya permohonan PK yang dilakukan terpidana Mathius Mangentang dan Ernawati Simbolon.

Menurut juru bicara korban, Yusuf Abraham Selly, keluarga korban merasa putusan PK sangat tidak adil dimana Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi serta Kasasi jelas sudah mengatakan ada unsur pidana dan hukuman 7 tahun penjara.

“Karena putusan sangat tidak adil maka kami mendorong Kejaksaan Negeri melalui JPU untuk melakukan PK dengan harapan kita bisa mendapatkan keadilan, ” jelas Yusuf saat diterima Kasie Pidum, Ahmad Fuady yang didampingi Jaksa, Handri.

Kata Yusuf, ini keputusan menodai rasa keadilan dan keputusan curang.

“Kami meminta JPU melakukan kontra PK atas putusan tersebut agar dinaikan ke Mahkamah Agung, ” tegasnya.

Sementara Kasie Pidum, Ahmad Fuady mengatakan terkait hal tersebut pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.

“Kita akan mempelajari putusannya dan kita akan mencari bukti tambahan setelah itu baru akan mempertimbangkan untuk mengajukan PK, ” terang Ahmad.

Pengajuan PK tersebut, menurut Ahmad harus didasari sesuai dengan Pasal 263 ayat 3 huruf a.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *