Ketua Kelompok Budi Karya Diduga Menipulasi Data dan Memalsukan Tanda Tangan Anggota

Kampar, JAPOS.CO – Program/Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang bertujuan penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 12/PMK.05 /2012.

Ketua PNPM kelompok Budi Karya simpan pinjam perempuan(SPP) kelompok EXECUTING II tahun anggaran (TA) 2016, Leniyanti istri dari Anggota DPRD Kab Kampar Ramlan dari Fraksi Golkar diduga melakukan perbuatan melawan hukum manipulasi data dan memalsukan tanda tangan anggota di kwitansi bermaterai Rp 6000.

Hasil investigasi Japos.co dilapangan ditemukan anggota kelompok Budi Karya Tanah Tinggi yang di ketuai Leniyanti mengajukan permohonan pinjaman uang sebesar Rp.300.000.00 (Tiga Ratus Juta Rupiah) untuk SPP EXECUTING II pada tahun 2016.

Berikut fakta-fakta lain yang dihimpun Japos.co, pengajuan proposal Rp.300.000.000(Tiga Ratus Juta Rupiah) anggota tidak ada menandatangani, tetapi tanda tangan di proposal semua diduga dipalsukan (Ketua Leniyanti pelakunya).

Pada saat pencairan pinjaman SPP EXECUTING II, bukti besar pinjaman di kwitansi yang bermaterai Rp 6000, tanda tangan anggota diduga dipalsukan (Ketua Leniyanti pelakunya).

Didalam penggurus PNPM kelompok Budi Karya Tanah Tinggi, mengandung unsur manipulasi data, agunan yang tidak sah, milik orang lain tanpa seizin pemiliknya atau ahli waris,(Sartifikat Alm Abas). Dan besar pengajuan pinjaman tidak sesuai yang diterima oleh anggota PNPM. Kegiatan kejahatan mani pulasi data dan pemalsuan tanda tangan di duga dilakukan secara berjama’ah.(INUR)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *