Masyarakat Minta Polri Ungkap Jaringan Mafia Gas Elpiji 3 Kg Subsidi Oplosan Ilegal

Jakarta, JAPOS.CO – Sudah 3 bulan masyarakat mengeluh kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kg dari pemerintah. Kelangkaan tersebut menimbulkan kegaduhan pasalnya menyangkut kebutuhan sehari hari di masyarakat luas.

Sebelumnya masyarakat merasa mudah mendapatkan gas tersebut melalui agen-agen gas elpiji yang sudah menyuplai ke toko-toko dengan harga terjangkau sebesar Rp.18.000 s/d Rp.20.000; per tabung 3 kg. Namun kini masyarakat merasa sulit untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg subsidi dan harganya melambung tinggi sebesar Rp.27.000; pertabung.

Hasil investigasi dilapangan atas kelangkaan tersebut diduga disalahgunakan oleh para pemain gas oplosan/penyuntik gas illegal milik Darmo, di wilayah jl H Kancil RT/RW 02/10 Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Darmo diduga merupakan pemain gas elpiji oplosan ilegal, dalam modus operasinya Darmo melakukan penyuntikan gas LPG 3 kg tersebut yang dipindahkan ke tabung non subsidi yakni 12 kg dan 50 kg dengan menggunakan selang regulator dan diatasnya diberikan tatakan batu es. Pelaku memiliki dua tempat gudang penampungan pengoplosan gas elpiji ilegal dan lokasi yang berbeda, di jl mentilang, petukangan, Kecamatan pesanggrahan Jakarta Selatan, yang diawasi oleh Edi sehingga pelaku penyuntikan gas tersebut meraup keuntungan milyaran rupiah perbulannya.

Atas perbuatannya tersebut pelaku terkesan kebal hukum, pasalnya merasa ada oknom yang membekingnya dan merasa memiliki banyak uang sehingga semuanya bisa diatur dengan rupiah dan mengabaikan pasal 62 jo 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 53 huruf d UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman sampai 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar.

Sementara Andar Situmorang,SH, MH, Direktur Executive GACD menyatakan, polisi harus menindak tegas terhadap oknum yang melakukan pengoplosan gas elpiji  3 kg ilegal, agar ada efek jera pelaku pengoplos gas yang sangat merugikan masyarakat luas. ” Akibat ulah pengoplos, tentu gas yang 3 Kg yang disubsudi pemerintah langka dipasar, akibatnya masyarakat luas yang dirugikan ” tegar Andar

Hingga berita ini diturunkan terkaiat pengoplosan gas elpiji, saat dikonfirmasi pemilik tidak ada ditempat, Jumat (6/3).(MUS)

 

 

 1,471 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *