Warga Menolak Penutupan Drainase Perumahan Green Forest Residence 

Pekanbaru, JAPOS.CO – Proyek pembangunan perumahan yang terletak di Jl Duyung Pekanbaru didatangi warga. Kedatangan tersebut untuk melakukan aksi menolak drainase yang ditutup oleh pengembang, Jumat (10/01).

Resmon Sagala salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari proyek tersebut mengatakan bahwa penutupan drainase yang dilakukan oleh pengembang perumahan sudah melanggar aturan.

“PT Sunli Land yang merupakan pengembang dan pemilik perumahan  telah menutup atau merubah fungsi drainase terbuka menjadi drainase tertutup dan akan menjadikan taman dengan menanam pohon dan rumput yang hijau di atas drainase tersebut, “ jelas Resmon.

“Banjir akan mengancam kami, warga di sekitar proyek ini. Kita tahu sekarang ini intensitas hujan turun semakin meningkat sehingga banjir dapat mengancam warga saat ini,” tuturnya.

Permasalahannya saat ini, kata Resmon pihak pengembang menutup drainase dan menjadikan taman untuk kepentingan bisnisnya.

“Air tidak lancar lagi keluar dan yang berhak menutup atau merubah fungsi drainase terbuka menjadi Drainase tertutup adalah Pemerintah Kota Pekanbaru, bukan pihak pengembang, ” tegas Resmon S.

Resmon yang juga merupakan Komandan KOTI Pemuda Pancasila Provinsi Riau ini berharap supaya pihak pengembang segera membongkar Drainase yang telah ditutup tersebut .

“Pemko Pekanbaru juga ikut bertanggung jawab untuk memerintahkan pengembang PT Sunli Land agar secepatnya membongkar drainase yang telah mereka tutup,” ujar Resmon.

Masih kata Resmon, perumahan Sunli Land dibangun berada di lingkungan padat penduduk dan rawan banjir. Dengan menutup Drainase dan menjadikan taman hanyalah untuk mencari keuntungan semata tanpa memikirkan resiko bencana banjir yang akan menenggelamkan rumah warga.

“Dengan diubahnya fungsi drainase terbuka menjadi drainase tertutup rumah saya bisa tenggelam, ” ujar Resmon.

“Kami akan berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak, supaya drainase itu segera di bongkar dan kami akan lawan siapapun yang mencoba-coba merusak fasilitas Negara, apalagi merubah peruntukannya dan mengakibatkan banjir,” tutupnya.

Lain hal dengan Sujono selaku pemilik proyek saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dengan membangun taman di atas drainase  tersebut maka kelihatan sangat indah dan rapi.

“Kami sudah minta ijin ke Pemerintah Kota Pekanbaru. Semua yang menjadi kewajiban kami sudah kami selesaikan dengan Pemko Pekanbaru,” tegas Sujono.

“Tujuan kita untuk memperindah Kota Pekanbaru, masa’ sih dilarang?”  tambah Sujono.

Sementara Daud Pasaribu sebagai kuasa hukum salah seorang warga setempat (Resmon Sagala) mengatakan tidak melihat adanya izin yang diberikan untuk merubah fungsi drainase tersebut.

“Menurut hukum merubah fungsi drainase terbuka menjadi drainase tertutup harus memperhatikan jaringan  drainase lainnya dan apa efek samping dari merubah fungsi drainase tersebut,” jelasnya.

“Klien kami merasa keberatan atas perubahan fungsi drainase terbuka tersebut menjadi drainase tertutup karena akan menimbulkan luapan air hingga keperumahan klien kami yang berakibat banjir yang berada dibelakang proyek pembangunan Green Forest Residence yang dilakukan oleh PT Sunli Land,  diharapkan pihak Pemko Pekanbaru segera menyelesaikan permasalahan ini,” terang Daud Pasaribu.

“Kami meminta Pemko Pekanbaru jangan menutup mata atas permasalahan ini atau klien kami akan ambil langkah hukum dan diharapkan segala bentuk kegiatan di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan, “lanjutnya.

Daud Pasaribu, SH dan tim mengatakan sudah mengirim surat somasi ke Walikota Pekanbaru, Firdaus dan kepada pengembang PT Sunli Land. Namun surat somasi yg dilayangkan hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah Kota Pekanbaru dan Dinas PU Kota Pekanbaru.

“Kami berharap pengembang perumahan Green Forest Residence segera membongkar drainase itu karena sangat merugikan warga sekitar dan pemerintah kota Pekanbaru harus bertanggung jawab dan segera memerintahkan agar pihak pengembang segera membongkar drainase tersebut sebelum banjir terjadi,” pungkasnya Daud.(AH)

 512 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *