Tiga Pelaku Aniaya di Watulimo Berhasil dibekuk, Dua Dinyatakan Buron

Trenggalek, JAPOS.CO – Tiga dari lima pelaku penganiayaan terhadap MR (22) warga dari Kecamatan Watulimosudah berhasil dibekuk Polisi. Mereka adalah, RG (19) dan MD (19) alias Wowok warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, serta JB (dibawah umur) warga Trenggalek.

Sedangkan dua pelaku lain, yakni ABR (25) dan O (23) masih dalam pengejaran tim taktis Jalu Crime Squad (JCS) serta telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dalam press release yang digelar pada Kamis malam, (17/1) mengatakan akibat tindakan para pelaku ini korban sempat mengalami luka yang cukup parah hingga harus di rawat di rumah sakit.

“Akibat penganiayaan yang dilakukan para pelaku, korban sampai harus dibawa ke Rumah Sakit,” ungkapnya.

Menurut mantan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya itu, kronologinya bermula pada Minggu (12/1), korban bersama tiga temannya melintas di jalan Desa Karanggandu, Watulimo dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Namun, tanpa alasan yang jelas, pelaku ABR (saat ini DPO) memaki-maki dengan kata-kata kasar kepada korban. Mendengar ABR berteriak dan memaki-maki, teman-temannya yang berjumlah sekitar 10 orang ikut berdatangan termasuk pula para tersangka yang sudah diamankan.

“Tanpa sebab yang jelas, ABR ini langsung memukul korban mengenani pelipis hingga terjatuh,” imbuh Calvijn.

Sebenarnya, korban sempat berupaya melarikan diri. Akan tetapi, dari arah belakang para pelaku lain berdatangan hampir bersamaan dan langsung ikut melakukan tindak kekerasan dengan menendang hingga mengenai bagian kepala belakang dan punggung korban.

“Akibatnya, korban mengalami luka di bagian mata kiri, kepala belakang bengkak, punggung memar hingga korban harus menjalani perawatan intensif,” ujarnya.

Keluarga korban yang tidak terima atas perbuatan para pelaku kemudian melaporkan kejadian dimaksud kepada Polsek Watulimo. Petugaspun langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran yang akhirnya berhasil menangkap beberapa pelaku.

“Proses hukum tetap berjalan, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka maka para pelaku saat ini ditahan penyidik dengan perkenaan pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara,” pungkasnya.(her)

 

 

 

 1,582 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *