Kuasa Hukum Jhony Marten Tanggapi Sanggahan Bank BRI 

Jakarta, JAPOS.CO – Jonny Marten yang awalnya ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank BRI namun saat pengajuan tersebut ditolak dengan alasan BI Chaking.

Sementara korban tidak pernah berurusan dengan BRI dan setelah dilakukan penelusuran korban dianggap mempunyai tunggakan di bank BRI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa perkara ini sudah didaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sementara Bank BRI cabang Kalimalang Jakarta Timur, melalui Hari Purnomo menyampaikan 3 point diantaranya.

1. Bank BRI telah menginvestigasi kejadian tersebut dan dapat diinformasikan bahwa yang bersangkutan merupakan Nasabah BRI yang saat ini memiliki tunggakan di Bank BRI Unit  Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur.

2. Bank BRI memastikan bahwa pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai produk keuangan lainnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta Good Corporate Governance.

3. Bank BRI saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan kejadian ini secara hukum dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mengetahui hal tersebut, selaku kuasa hukum Jhonny Marthen korban BI Checking, Ronny Perdana Manullang. SH didampingi Wakil ketua DPD LSM TOPAN RI, Media Nofrend dijumpai dikediaman korban jln pondok kopi Jakarta Timur, Sabtu (11/01) membantah hal tersebut.

Menurut Ronny, seluruh hak jawab tersebut tidak satupun sesuai fakta, awalnya BRI mengatakan bahwa klien kami Jhonny Marten adalah nasabah dari BRI.

“Saat mediasi disitu kami meminta aplikasi pengajuan permohonan namun BRI mengatakan tidak dapat mengeluarkan karena Jhonny bukan debitur atau nasabah, sementara hak jawab mengatakan bahwa Jhonny adalah nasabah Bank BRI, ” jelasnya.

“Point 2 BRI mengatakan pemberian berdasarkan sistem kehati-hatian, jika memang ini sudh menggunakan sistem kehati-hatian seharusnya BRI Bisa membedakan mana data yang diduga palsu, mana yang asli, kami mengatakan itu, asumsi kami Kroscek dengan data yang dihimpun dari OJK, kami punya bukti cuman bukti itu akan kami keluarkan dalam persidangan, ” papar Ronny.

“BRI juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, nah pihak terkait yang dimaksud kan BRI sangat tidak jelas, krna sampai saat ini kami yang merasa terkait tidak pernah mendapatkan konfirmasi apapun dari pihak BRI sampai gugatan kami masuk, ” tutupnya.(Red)

 275 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *