Diduga ada Pungutan Dana Prona di Desa Padang Luas

Riau, JAPOS.CO – Profesional Jaringan Mitra Negara (Projamin) kunjungi Desa Padang Luas, telusuri terkatit dugaan dana sertifikat prona, beberapa minggu yang lalu.

Kades, Solihan saat dijumpai Japos.co bersama Projamin menjelaskan mengenai tata cara pelaksanaan prona (sartifikat). Namun Kades menyarankan agar menemui Kadusnya.

“Ketua tim prona Desa Padang luas Kadus 5 Bapak Erman, Bu kabiro bisa menanyakan langsung hal-hal tersebut mengenai prona kepada beliau,” jelasnya.

Menurut Kadus 5, Erman, bahwa setiap warga untuk mengajukan pembuatan prona (Sartifikat) di wilayah Kadus 5 di kenakan dana sebesar 350,000 ( Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) yang diintruksikan Kades Solihan.

Namun fakta dilapangan tim Projamin menemukan dari beberapa Prona di wilayah Kadus 5 masih ada yang belum diserahkan, dari tahun 2017 hingga sekarang.

Sementara dari beberapa orang penduduk masyarakat dari Desa Padang Luas, yang belum keluar sartifikat prona memberikan kuasa kepada ketua Projamin (Profisional Jarigan Mitra Negara) Kab, Kampar.

Dalam hal ini terjadilah kesenjangan antara Kadus 5 dengan Kadus lain, tentang kutipan dana sartifikat prona, sehinga masyarakat Kadus 5 merasa keberatan atas pengutipan dana sebesar 350.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) persurat.

Perlu diketahui bahwa perbuatan Kades Padang Luas memugut dana pengurusan dana Prona (Sartifikat)telah melanggar ketentuan SKB tiga Menteri No 25 tahun 2017 masuk dengan katagori 1V untuk Provinsi Riau. Pasal 11 undang-undang No 20/2001,Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Nurhayati)

 

 515 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *