PT Putera Ciptakreasi Pratama Didemo Warga Pulau Punjuang Dharmasraya

Dharmasraya, JAPOS.CO – Mess kontraktor pelaksana pekerjaan pelebaran jalan nasional di Kabupaten Dharmasraya yakni PT Putera Ciptakreasi Pratama di demo ratusan masyarakat. Pasalnya pekerjaan senilai Rp 24.301.882.000 dengan  sumber dana APBN 2019, dengan no kontrak KU.0808/KTR .04.PPK-2-2 PJN.II/V II/2019  tanggal kontrak 1 juli 2019 dengan masa kenerja 240 hari, Kamis (9/01/2020).
Pekerjaan pelebaran jalan ini diduga mangkrak dan tidak siap, malahan ketika japos.co turun kelapangan terkesan pekerjaan ini asal jadi.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun oleh japos.co, PT Puri Dimensi selaku konsultan pengawas dalam pengerjaan pelebaran jalan nasional, selalu mendapat cacian dan kemarahan dari warga ke-Nagarian Empat Koto Kecamatan Pulau Punjuang Kabupaten Dharmasraya, karena akibat tidak selesainya pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional tersebut, dan juga disepanjang pengerjaan proyek tersebut telah banyak menelan korban kecelakaan.
Dengan terbengkalainya pengerjaan, para pedagang yang mencari nafkah di sepanjang jalan tidak bisa berdagang dan berjualan lagi, padahal selama pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional tersebut, masyarakat setempat tidak bisa berdagang lagi guna memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Pekerjaan pelebaran jalan nasional di Kabupaten Dharmasraya ini di bawah kepengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yakni Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan jalan Nasional II.
Satker (Satuan Kerja) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat diduga kurang  melakukan pengontrolan terhadap pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional yang dikerjakan oleh PT Putera Ciptakreasi Pratama.
Agung Setiawan sebagai Satker Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah II provinsi Sumatera Barat ketika di hubungi lewat ponselnya beberapa kali oleh media ini, terkesan tidak ada respon  sama sekali.
Terpisah Ali Luis yang merupakan salah seorang kepercayaan dari perusahaan PT Putera Ciptakreasi Pratama mengatakan bahwa pekerjaan terlambat karena pecairan danaya terlambat. “Pekerjaan kami ini terlambat dikarenakan pencairan dananya terlambat dari instansi terkait, selain itu kami sedang menunggu aspal curah dulu dari medan dan Aspal Mecink Plean (AMP) kami tidak punya dan kami memakai AMP PT MKS Muaro Bungo yang jaraknya seratus kilometer lebih dari lokasi pekerjaan.
Saya hanya cuma orang kepercayaan dari perusahan pak,tapi untuk lebih detilnya bapak hubungi saja direktur perusahaan ini, namanya bapak Suparman singkat Ali Luis,” pungkasnya.(Team)

 2,356 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *