271 Korban Banjir di Kp Seupang-Sajira Kab Lebak Masih Minim Bantuan

Pandeglang, JAPOS.CO – Sebanyak 271 jiwa korban banjir bandang di Kp Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak tinggal dan tidur di tenda-tenda pengungsian.

Wilayah tersebut cukup parah terkena dampak banjir, namun bantuan yang diberikan masih minim.

Dari informasi yang di sampaikan warga ada 40 rumah tenggelam dan beberapa rumah hanyut terbawa air bah setinggi 8 meter dari luapan sungai yang berada tak jauh dari pemukiman warga.

Tak hanya rumah harta benda lainnya ikut raib tersapu banjir hingga tidak ada satupun yang bisa di selamatkan selain pakaian yang menempel di badan.

Pantaun Japos.co dilapangan bersama Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia ( KOMANDO ) Pandeglang, dan juga mahasiswa dari Universitas Mathlaul Anwar ( UNMA ) Banten ke lokasi Jumat, (3 /1), sebanyak 59 KK, 271 jiwa yang menjadi korban banjir dan masih minim tersentuh bantuan.

Menurut  Endang Suhendar selaku koordinator penerima bantuan menyampaikan yang menjadi kendala lambatnya bantuan disebabkan daerahnya pelosok ditambah infrastruktur jalan yang buruk.

“Bantuan yang ada hanya datang dari PMI dan relawan saja, sementara bantuan dari pemerintahan Desa, Kecamatan apa lagi pemerintah Kabupaten Lebak belum terlihat, “jelasnya.

“Pertamanya sih banjir cuma selutut dari situ tuh ketinggian air terus naik kira – kira jam 10 pagi lah langsung banjir bandang sehingga warga gak bisa nyelametin harta benda. Ada kurang lebih 59 KK, 271 jiwa, untuk korban rumah semuanya sih ada 40 rumah, yang 25 itu terbawa air termasuk mesjid satu, majlis ta’lim satu, madrasah satu, untuk korban meninggal alhamdulillah tidak ada, hanya harta benda sudah tidak ada yang bisa di selamatkan, ” ungkapnya.

Untuk bantuan, kata Endang yang memberikan ada satu bantuan dari BPN dan PMI.

“Dari PMI baru ngasih terpal 2, kalo dari BPBD, Pemerintah Kabupaten belum ada belum kesini, ” terangnya kepada Japos.co

Hal senada disampaikan Candra Pamungkas dari relawan Icikiwir Serang bahwa belum ada bantuan baik dari pemerintah Kab Lebak maupun BPBD.

“Bantuan dari BPBD dan pemerintah Kab Lebak belum terlihat selama kami disini, kami dari relawan yang pertama kali datang, tadi ada dari Desa hanya melihat dan data pun dari kami, “imbuhnya.(Na2)

 542 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *