Kepala Sekolah Keluhkan Dana BOS Telat Cair

Jambi, JAPOS.CO – Kebijakan pemerintah tentang penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering kali mengalami keterlambatan, keadaan ini menjadi salah satu sebab pemanfaatan dana BOS tidak sesuai rencana. Hal ini dikatakan oleh Kepala SMP Negeri 5 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Abdullah, ketika kami konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (3/1).

“Sekarang BOS cair paling cepat di bulan Mei, sudah dua tahun begini terus. Nah, sampai Mei kami harus menutupi kegiatan sekolah dengan berhutang. Dulu sebelum pencairan diambil alih Pemprov dan Pemkab tidak pernah telat seperti ini, padahal janjinya dulu paling lambat pada tanggal 15 Januari sudah keluar BOS, ” keluhnya.

Dirinya juga memaparkan, dengan penyaluran dana BOS melewati Pemerintah Provinsi (Pemprov) kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan, inilah yang membuat terjadinya keterlambatan penyaluran BOS. Sebab, pihak Pemprov tidak mau mencairkan BOS sebelum seluruh sekolah khususnya SMP di Kabupaten Tanjabtim memberikan rekap data siswa secara kolektif.

“Metode pencairan Dana BOS yang lalu sebenarnya lebih efektif, contohnya saja rekapitulasi siswa dikirim per sekolah ke Jakarta dan dana BOS pun dikirim
ke rekening sekolah paling lambat cair di bulan Februari, sehingga program belajar mengajar tidak terhambat, ” ungkapnya.

“Janjinya, kalau seperti ini bisa lebih cepat, ternyatakan tidak. Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten itu sendiri juga tidak bisa mengirimkan data siswa ke Pemprov, kalau semua SMP yang berjumlah 45 sekolah belum semuanya. mengirimkan data siswanya. Yang seperti inikan jadi rumit dan sulit, ” lanjutnya.

Kepala SMP dengan 360 siswa ini juga mengatakan, sebenarnya dengan sistem pengiriman data siswa secara kolektif seperti sekarang.ada beberapa sekolah yang belum siap dikarenakan kondisi alam yang berbeda-beda, tidak ada Jaringan internet,dan jauh serta mahalnya operasional sekolah untuk mengirimkan data siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim.

“Kalau saya diminta data siswa, 15 menit langsung sampai ke Dinas Pendidikan, tetapi teman-teman yang berada di Kecamatan Sadu atau di daerah Pangkal duri,sedikitnya harus mengantongi sedikitnya lima ratus ribu sampai ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Maunya saya, bagaimanapun sistemnya, karena ini peraturan pemerintah janganlah kami yang di korbankan. Kalau bisa BOS cair dipertengahan triwulan selambat-lambatnya,” tandas Abdullah. (Coen2)

 390 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *