Anggota DPR RI, Boyman Harun Reses Di Ketapang

Ketapang, JAPOS.CO – Sejak penutupan Persidangan I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tahun sidang 2019-2020 beberapa lalu, kini Dewan memasuki masa reses.

Reses merupakan amanah Undang-Undang dimana, para dewan bertemu dengan konstituen di dapilnya masing-masing untuk menyapa dan menyerap aspirasai rakyat.

Selain itu, pada masa reses anggota dewan diharapkan dapat menjelaskan pada konstituennya tentang apa saja tugas yang telah dirampungkan Dewan dalam masa sidang pertama tersebut.

“Tujuan reses adalah untuk menampung aspirasi rakyat. Anggota Dewan harus banyak mendengar sebagai corong apa yang harus dibuat. Kehadiran saya di sini bukan sebagai kader PAN, namun sebagai wakil rakyat,” kata H. Boyman Harun, SH mengawali kata sambutannya, Sabtu (28/12) di Hotel Aston Ketapang.

Seperti diketahui, Boyman Harun adalah anggota Komisi V DPR RI periode tahun 2019-2024. Dia terpilih sebagai anggota dewan melalui Partai Amanat Nasional (PAN), Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar I.

Menurutnya, sebagai anggota DPR RI, melakukan reses adalah kewajiban. Melakukan kunjungan dalam upaya menyerap aspirasi rakyat tidak sebatas daerah asal pemilihan, namun juga dilakukan seluruh Indonesia.

“Reses itu ada perorangan ada juga secara bersama. Yang saya lakukan sekarang ini adalah reses perorangan,” terangnya.

Sebagai Anggota Dewan, tidak hanya sebatas berdiskusi dengan para menteri, Guberbur, Bupati dan pejabat daerah, namun anggota Dewan harus membuka ruang seluruh rakyat. Maka dari itu menurutnya, makna reses selain wadah silaturahmi juga sebagai menampung aspirasi.

“Segala persoalan dan gagasan positif dapat disampaikan, nanti akan di catat langsung oleh staf ahli saya sebagai bahan persidangan. Mudah-mudahan apa yang diinginkan akan tercapai,” tambahnya.

Boyman juga memaparkan, seharusnya reses dilakukan dibeberapa Kabupaten yang termasuk Dapil 1 Kalbar. Namun untuk reses kali ini dia memprioritas kan di Kabupaten Ketapang.

Untuk tahun 2020, dia maupun dewan lainnya belum dapat berbicara banyak dalam memperjuangkan anggaran pembangunan. Program pembangunan 2020 adalah produk Dewan sebelumnya, mereka sekarang, sebatas memperkuat pengawasan dan pengawalan sehingga tepat sasaran.

Meskipun demikian dia bertekad, jika masih ada anggaran di tahun 2020, akan di alokasikan di Kabupaten Ketapang. Anggaran itu akan diperjuangakan untuk pembangunan seperti, pembangunan 1000 buah rumah, infrastruktur dan lain sebagainya.

“Untuk tahun pertama, akan diprioritaskan di Ketapang. Saya sudah minta ijin dengan Kabupaten lainya yang tergabung di Dapil I Kalbar,” katanya sambil tersenyum seraya mendapat aplus dari peserta reses.

Banyak persoalan yang disampaikan oleh peserta reses. Seperti, persoalan infrastruktur jalan, trasportasi, ASN, tenaga honor, kebun dan banyak lagi lainnya. semuanya di catat dan dijadikan bahan persidangan.

Hadir dalam acara reses, Tokoh Masyarakat Ketapang, Tokoh Agama, kader berbagai partai politik, ormas, Tokoh Pemuda dan para undangan lainnya.(TM/Har)

 628 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *