PPK Pembangunan RSUD Kabupaten Sijunjuang Bungkam

Sijunjuang, JAPOS.CO – Job Rahmat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruang Inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, tetap enggan memberikan jawaban konfirmasi tertulis kepada wartawan, tentang perihal persoalan keterlambatan pekerjaan yang mereka lakukan.

Hal ini diketahui, ketika beberapa kali upaya yang dilakukan oleh Japos.co, guna mencari informasi atas dugaan keterlambatan pekerjaan (Deviasi (-) pada bangunan yang direncanakan 3 lantai tersebut,kepada pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), namun berita acara perkembangan pekerjaan (opname) dari minggu ke 15 hingga minggu ke 23 yang diminta melalui Komfirmasi tertulis, tidak kunjung di jawab meski surat permohonan tersebut sudah lebih dari 20 hari.

“Mohon maaf, saya tak bisa menanggapi, karena saya fokus pada pekerjaan menjelang akhir tahun, ” ujarnya kepada Japos co saat dikonfirmasi melalui pesan watshapp (26/12)

Sementara Andar Situmorang SH MH, Direktur Government Again Corruption Discrimination (GACD), ketika di hubungi terkait bungkamnya PPK Pembangunan ruang inap kelas III RSUD Kabupaten Sijunjuang tersebut mengatakan Job Rahmat telah melabrak tentang Keterbukaan Informasi Publik No 14 tahun 2008, dan juga menghambat serta menghalang halangi tugas Wartawan untuk mencari informasi.

Menurut Andar lagi sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 Bab VIII pasal 18″barang siapa yang menghalang halangi tugas jurnalistik,dikenakan kurungan 2(dua) tahun penjara atau di denda Rp 500.000.000(Lima Ratus Juta Rupiah).

“Sebaiknya pihak hukum segera memanggil dan memeriksa Job Rahmat,jangan beri alasan sibuk kerja dan fokus pada penyelesaian proyek,Karena setiap pelaksanaan sebuah kegiatan, masyarakat harus tahu dan wajib di beri tahu, apalagi pengerjaan kegiatan tersebut mempergunakan uang rakyat,” terangnya.

“Job Rahmat harus sadar,kalau dia itu di gaji oleh rakyat,dan bekerja untuk rakyat juga,jadi berikanlah Informasi yang benar dan jelas,dan bukannya harus menghindar dan mencari cari alasan, jadi kalau dia bersih dalam pekerjaan kenapa dia tidak menanggapi pertanyaan wartawan, saya heran, apa Job Rahmat ini memang kerjanya terlalu banyak kesalahan, sehingga enggan buat menjawab pertanyaan wartawan, ” pungkas Andar Situmorang.(Team)

 322 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *