Tamparugo Diguyur Hujan, 8 rumah Tertimbun Longsor dan Transportasi Lumpuh

Sijunjuang, JAPOS.CO – Musibah banjir dan tanah longsor menghantam Nagarai Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Minggu (22/12) lalu , karena hujan lebat turun sekitar 1,5 jam.

Akibat hujan lebat turun secara tiba-tiba Minggu 22 Desember 2019 itu, jalan kabupaten menghubungkan Nagari Tamparungo dengan Nagari Sisawah terban sepanjang 300 meter, 8 rumah ikut tertimbun material longsor, sawah petani puluhan hektare rusak parah. Sedangkan sawah penduduk tersebut siap ditanami benih, namun petani hanya pasrah dengan penomena alam tersebut.

Sekretaris Nagari Tamparungo J Rajo Khatib ketika dihubungi Japos.co membenarkan musibah alam melanda nagarinya,seperti putusnya transportasi keluar masuk wilayah itu,tertimbunnya delapan rumah penduduk oleh tanah longsor, rusaknya sawah penduduk, dan juga terbongkarnya lima perkuburan, sehingga tulang belulang mayit itu berserakan.

Sehubungan dengan bencana alam itu, Wapub Sijunjung Arival Boy, SH atas nama Pemda Sijunjung menyerahkan bantuan Sembako buat masyarakat yang terkena dampak bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut.

Ketika Arival Boy menyerahkan bantuan bencana alam itu nenghimbau masyarakat untuk ke depannya menjaga kelestarian alam, dalam arti kata tidak menebang pohon secara besar-besaran, nanun lakukan tebang pilih atau menganti pohon yang ditebang itu dengan tanaman baru.

“Kita harus menjaga kelestarian hutan, sehingga bencana alam dapat diminilisur, “ujarnya.

Ia pun mengerahkan bantuan alat berat berupa satu unit eksapator dari kabupaten untuk membersihkan tumpukan material lingsor yang menimbun rumah penduduk, memperbaiki jalan yang rusak dan putus sekitar 300 meter.

Pada kesempatan itu, Wapub juga mengucapkan terima kasih kepada semua unsur masyarakat dan pemerintahan yang ikut saling bahu-membahu untuk memberi bantuan kepada Nagari Tamparungo yang dilanda bencana alam, sehingga nagari tersebut dibuat porak-poranda.

Salah seorang tokoh masyarakat Tamparungo M Syarif mengungkapkan pada media ini, bahwa hujan turun lebat sekitar 1,5 jam itu membuat Nagari Tamparungo berubah total. Mengapa tidak, jelasnya, jalan putus, rumah penduduk hancur, dan pandam perkuburan penduduk juga kena longsor, dan ditambah lagi sawah petani gagal tanam, sebab tertimbun tanah dan bebatuan dari bukit yang longsor.

M Syarif berharap semoga bantuan dari Pemda bukan sekedar Sembako saja, tetapi tentu memulihkan kondisi Tamparungo seperti biasanya, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas sesuai dengan keperluan masing-masing, katanya penuh harap.(Yoc/Jamal)

 200 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *