Suami Aniaya Isteri Di Ketapang

Ketapang, JAPOS.CO – Abdul Rohim menghebohkan warga Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan, Ketapang Kalimantan Barat atas prilakunya yang menganiaya isterinya Siti Rohayah. Prilaku tidak terpuji terjadi pada Senin (23/12).

Akibat dari penganiayaan tersebut, Siti Rohana menderita luka robet akibat sabetan senjata tajam pada leher bagian belakang. Selain itu korban juga mengalami luka di kepala, luka di kaki sebelah kiri dan luka di lengan sebelah kiri.

Polres Ketapang melalui Kapolsek Kendawangan, AKP Frits Orlando Siagian, S IK mengatakan, penemuan korban penganiayaan berawal laporan seorang warga bernama Odim.

Dimana menurut Odim, dia mendengar adanya pertengkaran di rumah korban. Pada awalnya dia berpikir itu pertengkaran biasa atar pasutri. Namun setelah beberapa saat betapa kagetnya Odim, ketika istri tersangka telah terkapar berlumuran darah di halaman rumahnya.

Odim pun menghampiri korban seraya meminta pertolongan dengan warga lainnya. Pada saat menghampiri korban, Odim bertanya kepada korban siapa yang melakukan hal bejat tersebut.

Dengan terbata-bata dan merintih kesakitan, korban menjelaskan bahwa yang menganiaya korban adalah suaminya sendiri. Selanjutnya warga membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Selain itu, Odim dan warga lainya melapor ke kita (Polsek Kendawangan),” terang Frits Orlando Siagian.

Atas laporan itu dan tidak begitu lama, Kapolsek Kendawangan dengan 4 personil polisi lainnya langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dimana, Tersangka secara kebetulan masih berada di lokasi, langsung diamankan dan di gelandang ke Mapolsek Kendawangan.

“Pelaku langsung kita amankan beserta barang bukti 2 buah parang pendek, sebuah arit, sebuah pisau dan sebatang kayu yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban,” kata Frits Orlando

Menurut Frits, motif dan penyebab pasti pelaku menganiaya korban belum dapat diketahui secara pasti. Pelaku masih diperiksa secara intensif oleh Anggota Polsek Kendawangan, sedangkan korban yang belum sadarkan diri, masih menjalani perawatan di Puskesmas Kendawangan.

“Pelaku terancam Undang-Undang KDRT Nomor 35 tahun 2014, tentang kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.(TM/Har)

 7,383 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *