“Panas Dalam” di PT.Telkom, Erick Thohir Jangan Diam

Bandung,  JAPOS.CO – Kendati secara korporasi PT. Telkom saat ini masih dikategorikan sehat wal afiat, namun sebenarnya potensi bermasalah bisa saja ada. Hal ini tercermin dari pertemuan antara Serikat Karyawan PT. Telkom dengan jajaran Board Of Directors (BOD), di kantor pusat Telkom, baru-baru ini. Demikian dikatakan sumber japos.co di internal PT. Telkom, di sebuah kafe, di kawasan Dago, Bandung, pekan lalu.

“Ketika potensi kekisruhan itu mengemuka dengan ancaman membuka data korupsi triliunan rupiah  di PT. Telkom tentu tidak bisa dianggap remeh. Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir saya rasa harus cepat melakukan langkah-langkah strategis. Erick Thohir jangan diam”, tandas sumber yang enggan ditulis namanya itu.

Masih menurut sumber tersebut, menteri BUMN harus segera mengantisipasinya mengingat hingga saat ini PT. Telkom masih menjadi kontributor pendapatan negara tertinggi dari 142 Perusahaan Pelat Merah itu. “Bila ancaman akan membuka kasus dugaan korupsi yang nilainya Triliunan Rupiah itu tidak clear akan menjadi api dalam sekam dan berpotensi mempengaruhi nilai jual saham Telkom di Indonesia Stock Exchange”, ungkap sumber tersebut.

Ditambahkannya, karena Telkom masih sangat baik kinerja keuangannya dan setiap tahunnya mencatatkan laba yang terus meningkat, bila ada goncangan manajemen di dalam korporasi pasti berdampak besar. “Apalagi, saham Telkom juga ditawarkan dual listing di luar negeri yaitu di Wall Street dan London”, ungkap sumber itu.

Diinformasikan, PT. Telkom pada kuartal III/2019, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp102,6 triliun, naik 3,5% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan Data, Internet & layanan informasi teknologi masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 59,1% dari total pendapatan Perseroan. Sektor tersebut mencatat kenaikan pendapatan sebesar 17,8% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp60,6 triliun,  didorong oleh perfomansi bisnis mobile digital broadband dan IndiHome yang terus meningkat.

Surat konfirmasi dari japos.co tertanggal 10 Desember 2019 yang ditujukan langsung ke Direktur Utama, Ririek Adriansyah hingga berita ini diturunkan tak ada balasan.

Assistant Vice President External Communication PT. Telkom, Pujo Pramono dalam komunikasi melalui pesan Whatsapp dengan japos.co berjanji akan menyampaikannya kepada manajemen. “Apakah ada pertanyaan yang spesifik yang bisa kita jawab secara tertulis ? Nanti akan saya sampaikan ke manajemen. Maaf pak bisa via WA dulu, karena saya sedang ada acara tapping di studio”, tulis pesan Whatsappnya kepada japos.co (18/12).

Pujo Pramono ketika ditanyakan balik siapa yang di tapping, tidak menjawabnya. Sumber japos.co mengatakan kapan Telkom selaku penyelenggara layanan publik di bidang telekomunikasi dibenarkan untuk tapping (menyadap) pembicaraan orang. “Wah itu melanggar hukum. Pihak Telkom harus mengklarifikasinya. Apalagi mengaku tappingnya di studio. Apa betul PT. Telkom dibenarkan untuk melakukan penyadapan tanpa izin dari pengadilan. Dimana studio itu? Ini sangat sensitif berpotensi meresahkan konsumenya sendiri”, ujar sumber itu.

Sementara Senior Vice President Corporate Secretary PT. Telkom, Afriwandi, ST, MM ketika dikonfirmasi japos.co via pesan Whatsapp (20/12), hingga berita ini diturunkan tak menanggapinya. @lf

 

 1,277 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *