Korban BI Chaking Gugat BRI 1Milyar di PN Jaktim

Jakarta, JAPOS.CO – Korban BI Chaking, Jonny Marten bersama kuasa hukum, Ronny Manullang resmi menggugat BRI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (18/12).

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa korban awalnya ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank BRI namun saat pengajuan tersebut ditolak dengan alasan BI Chaking.

Sementara korban tidak pernah berurusan dengan BRI dan setelah dilakukan penelusuran korban dianggap mempunyai tunggakan di bank BRI.

Kuasa Hukum korban, Ronny Manullang menyampaikan bahwa gugatannya sudah terdaftar secara resmi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Kedatangan hari ini menindaklanjuti giat kita yang kemaren, karena kemaren kita mencoba mendaftar terkendala sistem ecourt yang sudah digunakan Pengadilan, makanya kita datang lagi kini sudah terdaftar gugatan kita secara resmi di PN Jaktim ini adalah nomor registernya karena nomor perkarannya nanti keluar setelah 1 x 24 jam, ” jelas Rony kepada awak media.

Menurut Ronny, gugatan yang diajukan masih seperti yang sebelumnya menuntut ganti rugi dan permintaan maaf dari pihak BRI.

“Dalam gugatan kita masih sama seperti sebelumnya kita tetap menuntut ganti rugi, permintaan maaf dari pihak BRI dalam hal ini kepada prisipal kita Pak Jhoni Martin karena akibat dari perbuatan oknum BRI tersebut pak Jhoni Martin klien kita ini mengalami kerugian yang sangat-sangat kita katakan cukup besarlah, akibat dari perbuatan tersebut Pak Jhoni Martin juga terganggu, ada beban dalam dirinya, setres, macam-macamlah, ” ungkapnya.

Kerugian materil yang diajukan dalam gugatan, menurut Ronny berdasarkan bukti- bukti yang dimiliki mencapai Rp.243.000.000.

“Kerugian materilnya yang dialami pak Jhoni Martin sudah kita masukin dalam gugatan, kita tuntut berdasarkan semua bukti-bukti yang kita miliki setelah kita hitung mencapai 243.000.000, namun Imaterilnya tidak bisa kita nilai dengan uang apa yang sudah dialami oleh Pak Jhoni Martin dan keluarganya, pantas bagi kami untuk menuntut 1 miliar rupiah.

Ronny berharap atas kasus kliennya tersebut bisa ditindak lanjuti oleh pihak Pengadilan dengan hasil sesuai dengan petitum yang diajukan.

“Andaikan memang nanti ada upaya lain dari tergugat kita dengan lapang dada dan tangan terbuka menerima apa keinginan mereka sebelum sampai ke gugatan,namun untuk sementara si kita tetap pada gugatan, ” tegasnya.

Ronny menambahkan kemungkinan besar setelah gugatan ini di proses dan setelah ada panggilan sidang, selanjutnya akan menempuh langkah hukum yaitu pidana

“Makanya kita mau buat laporan polisi, saat inj kita sedang mengumpulkan bukti yang kita rasa Valid setelah itu kita bawa dan buat laporan, ” tutupnya.

Sementara Jhony Martin mengaku bahwa minggu sebelumnya ada yang datang perwakilan dari BRI bersilaturahmi.

“Iya ada yang datang, katanya sih perwakilan dari BRI Kalimalang untuk bersilaturahmi juga ya saya terima dengan baik kita ngobrol, ” jelasnya.

Kata Jhony Martin, beliau utusan dari kepala cabang dan bertindak sebagai audit.

“Mereka katanya ingin mencari benang merahnya apa si yang terjadi, karena kepala cabang baru tahu dari sebelah pihak saja, kepala belum tahu dari kedua belah pihak, ” terangnya.

Jhony berharap atas kasusnya terasebut jalan yang terbaik dan tetap dijalur hukum.

Dikesempatan yang sama Wakil Ketua LSM Topan RI menyampaikan atas persoalan Jhony Martin dengan BRI menjadi pembelajaran.

“Momennya dia ini, agar kasus seperti Jhoni Martin ini tidak lagi terjadi Jhony Martin berikutnya, ” singkatnya.(Red)

 843 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *